Modul Ajar atau Lembar Kerja Siswa Kelas X Fase E 4 hari Senin 06 April 2026

 Lembar kerja siswa ini untuk Kelas E. 4 hari Senin tanggal 06 April 2026

Silahkan kerjakan soal yang ada di Modul Ajar ( LKS ) halaman 115 nomor 1 sampai 5 dan dikerjakan di kolom komentar dengan ketentuan sebagai berikut :



Nama               : ....

Kelas               : .....

Nomor Absen : .....  

Batas Pengerjaan sampai jam 18.00 WIB

19 Comments

Terimakasih atas komentar dan masukan anda

  1. Nama :NABILA AYU ZAHIRAHH
    Kelas : 10.4
    Nomor Absen : 21

    # JAWABAN
    1.Seorang mukmin harus menghindari sikap tempramental (ghadhab) karena sikap tersebut dapat merusak iman, seperti menyebabkan kemarahan yang tidak terkontrol pada seseorang.
    2.Rasulullah SAW
    Seseorang yang berbadan kekar belum tentu disebut kuat dalam pandangan Islam karena kekuatan fisik hanyalah kekuatan lahiriah yang terbatas. Sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yaitu ; "Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim)
    3. Membiasakan perilaku Mujahaddah an-nafs dapat memberikan manfaat seperti dekat dengan Allah, terhindar dari perbuatan maksiat, serta bisa membuat hati menjadi tenang.
    4. A’udzu billahi minasy-syaithanir-rajim.
    Doa ini memiliki arti "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.", makna dari doa ini adalah pengakuan bahwa kemarahan berasal dari setan yang bersifat api, dan dengan membaca doa ini, kita memohon perlindungan dan bantuan Allah untuk memadamkan api amarah tersebut dan menenangkan hati.
    5.Hikmah Membiasakan Perilaku Syaja’ah yaitu:
    •Bagi diri sendiri: Membentuk karakter yang percaya diri, tangguh, dan memiliki ketenangan batin karena selalu berdiri di atas kebenaran.
    •Bagi keluarga: Terciptanya lingkungan keluarga yang saling melindungi dan menjaga kehormatan dari hal-hal yang menyimpang.
    • Bagi bangsa dan negara: Dapat Mendorong kemajuan bangsa karena masyarakatnya berani melawan ketidakadilan, korupsi, dan kezaliman, sehingga tercipta negara yang aman dan makmur.

    ReplyDelete
  2. Nama : Assyifa Tasa Aliwiyah
    Kelas : X.E4
    No Absen : 5
    Jawaban:
    1.Seorang mukmin harus menghindari sifat temperamental (ghadhab) karena sifat ini membuat seseorang mudah marah dan sulit mengendalikan diri. Dalam kehidupan sehari-hari, marah yang berlebihan dapat menimbulkan perilaku buruk dan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, seorang mukmin harus berusaha mengendalikan amarah agar terhindar dari hal-hal yang tidak baik.
    2.Orang yang berbadan kekar belum tentu bisa disebut kuat, karena kekuatan tidak hanya dari fisik saja. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan amarahnya. Jadi, orang yang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan emosi dan bersikap sabar dalam berbagai keadaan.
    3.mampu menahan emosi dengan baik terhindar dari sifat rakus/serakah/ tamat dan terhindar dari kesalahpahaman yang tidak perlu.
    4.Doa yang dianjurkan saat marah adalah:
    “A’udzubillahi minasy-syaithanir rajim.”Maknanya adalah kita memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan, karena setan dapat memicu kemarahan dalam diri manusia. Dengan membaca doa tersebut, kita diharapkan bisa menahan emosi dan menghindari perbuatan buruk.
    5.Bagi diri sendiri, kita jadi lebih percaya diri dan berani membela kebenaran. Bagi keluarga, bisa menciptakan suasana yang jujur dan saling mendukung. Sedangkan bagi bangsa dan negara, akan terbentuk masyarakat yang berani bersikap jujur dan menegakkan keadilan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama : Ridha Aliya Nazwa
      Kelas. :X.E4
      No absen :27

      Delete
  3. Nama : Jahrotu sita jamilah
    Kelas : X.E4
    No absen : 17

    ReplyDelete
  4. Nama: VITA FITROTUNNISA
    Kelas: XE.4
    No.absen: 34

    #JAWABAN

    1.Seorang mukmin harus menghindari sikap temperamental (ghadhab) karena sikap ini bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan pada kesabaran, pengendalian diri, dan akhlak muli

    2. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, ciri utama orang yang kuat bukanlah yang menang gulat, melainkan mereka yang mampu mengendalikan dirinya saat marah
    . Kekuatan sejati terletak pada pengendalian emosi, menahan hawa nafsu dari perbuatan buruk akibat amarah, dan menguasai diri, bukan sekadar kekuatan fisik.
    >Mengendalikan Nafsu
    >Tidak Reaktif
    >Mampu Menahan Diri Saat Marah

    3. Manfaat membiasakan perilaku mujahaddah an-nafs (kontrol diri);

    >Hati menjadi tenang: Terhindar dari kegelisahan akibat mengikuti hawa nafsu.

    >Terhindar dari dosa: Mampu mengerem diri dari perbuatan maksiat atau merugikan orang lain.

    > Hubungan sosial harmonis: Mengurangi konflik dengan orang di sekitar karena sikap yang lebih sabar dan bijaksana.

    4. A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim

    Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
    Maknanya: Pengakuan bahwa amarah yang berlebihan berasal dari setan, sehingga kita memohon perlindungan dan kekuatan kepada Allah agar emosi tersebut mereda.

    5. Hikmah perilaku syaja'ah (keberanian membela kebenaran);

    Bagi diri sendiri: Menumbuhkan rasa percaya diri, ketenangan jiwa, dan integritas karena berani berdiri di atas kebenaran.

    Bagi keluarga: Menciptakan lingkungan yang aman dan jujur, karena setiap anggota keluarga berani mengakui kesalahan dan membela yang hak.

    Bagi bangsa dan negara: Mencegah terjadinya kemungkaran, korupsi, dan ketidakadilan, sehingga tercipta tatanan masyarakat yang adil dan makmur.

    ReplyDelete
  5. Nama : Izahtunnafsiah
    Kelas : XE. 4
    No. Absen : 16

    Jawaban
    1.Seorang mukmin harus menghindari sifat temperamental (ghadhab) karena merupakan akhlak tercela yang bersumber dari setan, merusak iman, dan menghilangkan akal sehat.
    2.Rasulullah SAW bersabda, "Orang kuat bukanlah yang jago gulat, tetapi orang yang mampu menahan dirinya di kala marah" (HR. Bukhari & Muslim).
    3.dalam kehidupan sehari-hari bermanfaat untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT, membangun kesabaran, serta menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan hawa nafsu.
    4.(Allahummaghfirlii dzanbii, wa adzhib ghaizha qalbii, wa ajirnii minasy syaithaan).
    Makna Doa:
    "Ya Allah, ampunilah dosaku",
    "Redamlah murka hatiku",dan
    "Lindungilah diriku dari setan"
    5.Bagi diri sendiri, ini membangun rasa percaya diri dan kontrol diri. Bagi keluarga, menciptakan lingkungan tenteram. Bagi bangsa, membentuk masyarakat jujur, aman, dan melawan kezaliman.

    ReplyDelete
  6. Nama : Jahro tusita hamilah
    Kelas : XE.4
    No absen : 17
    JAWABAN :

    1.Seorang mukmin harus menghindari sikap temperamental karena ghadhab (marah) berasal dari godaan setan yang dapat merusak iman dan akal sehat. Secara sosial, sifat ini dapat memutus tali silaturahmi, menimbulkan konflik, dan menyakiti perasaan orang lain. Secara personal, marah yang tidak terkendali berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental, serta dapat menghanguskan pahala amal kebaikan yang telah dilakukan.

    2.Adalah mereka yang memiliki kecerdasan emosional untuk tetap tenang, bersabar, dan mampu mengontrol hawa nafsunya saat sedang dalam kondisi emosi yang meluap.

    3.Mendamaikan hati: Menghindarkan diri dari rasa penyesalan akibat keputusan yang diambil saat emosi.Menjaga hubungan baik: Terciptanya keharmonisan dalam pergaulan karena tidak mudah terpancing konflik.Meningkatkan kualitas ibadah: Membantu seseorang untuk lebih fokus dan khusyuk karena jiwanya lebih tenang.Terhindar dari maksiat: Kontrol diri adalah benteng utama agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang dilarang agama.

    4.A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim)Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."Makna: Doa ini merupakan bentuk pengakuan bahwa kemarahan adalah api dari setan. Dengan membacanya, kita memohon perlindungan dan kekuatan kepada Allah agar hati kembali tenang dan setan tidak berhasil menguasai diri kita.

    5.Bagi diri sendiri: Membentuk pribadi yang percaya diri, teguh pendirian, dan tidak takut dalam membela kebenaran.Bagi keluarga: Menciptakan lingkungan yang aman dan jujur, karena setiap anggota keluarga berani mengakui kesalahan dan bertanggung jawab.Bagi bangsa dan negara: Mendorong kemajuan bangsa karena memiliki warga negara yang berani memberantas ketidakadilan, korupsi, dan berani berkorban demi kedaulatan serta kemaslahatan umum.

    ReplyDelete
  7. Nama : Indri setiya ningsih
    kelas : X. E4
    No Absen : 15
    1.Karena sikap temperamental (mudah marah) dapat menjerumuskan seseorang pada perbuatan buruk, merusak hubungan dengan orang lain, dan menjauhkan dari akhlak terpuji. Seorang mukmin diajarkan untuk sabar, menahan emosi, dan berpikir jernih agar hidupnya lebih tenang dan diridhai Allah.
    2.Karena kekuatan sejati bukan pada fisik, tetapi pada kemampuan mengendalikan diri.
    Ciri orang kuat menurut Rasulullah Saw. adalah orang yang mampu menahan amarahnya, bukan yang menang dalam perkelahian. Jadi, kekuatan itu ada pada pengendalian emosi.
    3.melatih mengendalikan hawa nafsu, menjadikan pribadi lebih sabar dan disiplin,mendekatkan diri kepada allah, menghindari diri dari perbuatan dosa, membentuk akhlak yang baik
    4.A‘ūdzu billāhi minas-syaithānir rajīm
    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
    Makna: Memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari bisikan setan yang dapat memicu amarah dan perbuatan buruk.
    5.•Bagi diri sendiri: menjadi percaya diri,tegas, dan tidak mudah takut dalam kebenaran
    •Bagi keluarga: menciptakan rasa aman dan saling melindungi
    •Bagi bangsa dan negara: melahirkan generasi berani membela kebenaran, keadilan, dan kemajuan

    ReplyDelete
  8. Nama: Siti Septi Aulia
    Kelas: X.E4
    Absen: 31
    .JAWABAN.

    1. karena merupakan akhlak tercela yang bersumber dari setan, merusak iman, dan menghilangkan akal sehat.

    2. orang yang kuat bukanlah yang jago gula tetapi orang yang mampu menahan dirinya di kala marah.
    ciri cirinya: • mampu mengendalikan emosi.
    • menguasai hawa nafsu.
    • memiliki jiwa yang tenang.

    3. •peningkatan ketaatan.
    • ketahanan emosional.
    • mencegah maksiat.
    • disiplin diri.keseimbangan hidup.
    • ketenangan jiwa.

    4. "Allahummaghfirlii Dzambii, wa adzhib ghaizha qalbii, wa ajarin minasy syaithaan."
    makna yang terkandung:
    - permohonan ampun.
    - redamkan murka hati.
    - perlindungan dari setan.

    5. • bagi diri sendiri, membangun rasa percaya diri dan kontrol diri.
    • bagi keluarga, menciptakan lingkungan tentram.
    • bagi bangsa, membentuk masyarakat jujur, aman, dan melawan kezaliman.

    ReplyDelete
  9. nama : Wiwit Nofiana Dwiyanti
    kelas : X E 4
    no absen : 35

    1. Mengapa seorang mukmin harus menghindari sikap temperamental (ghadhab)?
    Seorang mukmin harus menghindari sikap temperamental karena ghadhab atau amarah yang tidak terkendali merupakan sifat tercela yang dapat merusak iman, merugikan diri sendiri, dan menyakiti orang lain. Selain itu, emosi yang meledak-ledak dapat menghambat seseorang untuk berpikir jernih, memicu perpecahan, serta menjauhkan diri dari keridaan Allah Swt.

    2. Mengapa orang berbadan kekar belum tentu disebut kuat? Bagaimana ciri orang kuat menurut Rasulullah Saw.?
    Berdasarkan sabda Rasulullah Saw., kekuatan seseorang tidak diukur dari kehebatan fisiknya dalam bergulat atau bertarung.
    Ciri orang kuat: Orang yang benar-benar kuat adalah orang yang mampu menahan dan mengendalikan dirinya (hawa nafsunya) ketika ia sedang marah.

    3.Manfaat membiasakan perilaku mujahaddah an-nafs (kontrol diri)
    Membiasakan kontrol diri dalam kehidupan sehari-hari memiliki banyak manfaat, di antaranya:
    -Menciptakan ketenangan hati dan ketenteraman batin.
    -Terhindar dari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain (seperti maksiat atau amarah).
    -Meningkatkan martabat dan kehormatan diri di mata Allah dan sesama manusia.
    -Mempererat tali silaturahmi karena hubungan dengan orang lain menjadi lebih harmonis.
    4.
    .أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
    A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim

    Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."

    Maknanya: Doa ini mengandung pengakuan bahwa amarah yang meledak-ledak berasal dari godaan setan. Dengan membacanya, kita memohon perlindungan dan kekuatan dari Allah agar hati menjadi tenang dan terhindar dari perbuatan buruk akibat emosi.

    5.Hikmah membiasakan perilaku syaja'ah (berani)

    Bagi Diri Sendiri: Membentuk pribadi yang tangguh, percaya diri, dan memiliki integritas dalam membela kebenaran.

    Bagi Keluarga: Terciptanya suasana yang aman dan harmonis karena setiap anggota keluarga berani bertanggung jawab dan saling melindungi.

    Bagi Bangsa dan Negara: Mendorong terciptanya masyarakat yang kritis terhadap ketidakadilan, mempercepat kemajuan bangsa, dan menjamin kedaulatan negara karena rakyatnya berani melawan kezaliman.

    ReplyDelete
  10. Nama : Destiana Dwi Lestari
    Kelas : X_E_4
    No absen : 8
    Jawaban!
    1) Mengapa seorang mukmin harus menghindari sikap temperamental ( ghadhab) dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan!
    Karena merupakan sifat tercela yang merusak jiwa memicu permusuhan dan menghilangkan akal sehat serta dengan menghindari ghadhab seorang mukmin dapat menjaga hubungan baik dengan Allah subhanahu wa ta'ala dan sesama manusia serta meraih kebahagiaan dunia akhirat.
    2) Mengapa orang yang berpegang kekar yang berkata belum tentu bisa disebut sebagai orang yang kuat? Bagaimanakah ciri orang yang kuat sesuai dengan sabda rasulullah shallallahu? Jelaskan!
    Orang berbadan kekar belum tentu kuat karena kekuatan hakiki menurut Islam berfokus pada pengendalian diri (jiwa), bukan sekadar otot (fisik). Rasulullah SAW bersabda, "Orang kuat bukanlah yang jago gulat, tetapi orang yang mampu menahan dirinya di kala marah.
    3) jelaskan manfaat membiasakan perilaku mujahadah an-nafs dalam kehidupan sehari-hari!
    Bermanfaat untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT, menenangkan jiwa, dan mencegah perilaku tercela.
    4) Tulisan kembali doa yang dianjurkan untuk dibaca pada saat kita sedang tersulut emosi. Apakah makna yang terkandung dalam doa tersebut?
    A’udzubillahi minasy-syaithanir rajim.
    Artinya Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari gangguan setan yang terkutuk, dari kegilaannya, kesombongannya, dan nyanyiannya.
    5) Jelaskan hikmah membiasakan perilaku syaja'ah baik bagi diri sendiri, bagi keluarga maupun bagi bangsa dan negara!
    • Peningkatan Kualitas Spiritual: Membawa seseorang lebih taat kepada Allah SWT, mendapat hidayah, dan terhindar dari pengaruh setan.
    • Kesehatan Mental dan Emosional: Menumbuhkan rasa syukur, menghilangkan perasaan iri, cemas, tamak, dan tidak puas, serta menciptakan ketenangan jiwa.
    • Kematangan Emosi dan Sosial: Meningkatkan kesabaran dalam menghadapi musibah atau ujian, sehingga tidak bertindak emosional.

    ReplyDelete
  11. Nama: Lula Anggialita
    Kelas: X.E4
    Absen: 19

    1.Karena sifat mudah marah bisa menimbulkan dosa, merusak hubungan dengan orang lain, dan membuat kita sulit berpikir jernih. Seorang mukmin dianjurkan sabar dan mampu mengendalikan emosi.

    2.Karena kekuatan sejati adalah mampu menahan amarah. Sesuai sabda Rasulullah SAW, orang kuat adalah yang bisa mengendalikan dirinya saat marah, bukan yang menang dalam perkelahian.

    3.Membentuk akhlak yang baik.
    Mendekatkan diri kepada Allah.
    Menghindarkan dari perbuatan dosa.
    Menjadi pribadi yang sabar dan disiplin.

    4.Doa saat marah dan maknanya:
    Doa: A‘ūdzu billāhi minas-syaitānir-rajīm
    Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
    Makna: Memohon perlindungan agar tidak terbawa emosi dan dijauhkan dari bisikan setan.

    5.Bagi diri sendiri: lebih percaya diri dan tegas dalam kebenaran.

    Bagi keluarga: menciptakan suasana yang baik dan saling mendukung.

    Bagi bangsa/negara:
    menegakkan keadilan dan kebenaran dalam masyarakat.

    ReplyDelete
  12. Nama : Aprillia Arabella Riswanto
    Kelas : XE.4
    No abs : 04

    [JAWABAN!!!]

    1. karena marah adalah godaan setan yang dapat merusak iman dan akhlak, serta marah dapat menyebabkan seseorang kehilangan kendali, mengucapkan kata-kata kotor, menyakiti orang lain, bahkan melakukan tindakan dosa atau kriminal.

    2. karena orang yang berbadan kekar dan perkasa belum tentu disebut orang yang kuat. sifat-sifat pria yang kuat sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW adalah "karena orang yang perkasa (kuat) diantara kamu bukanlah seseorang yang bisa mengalahkan orang lain (lawannya), tetapi orang yang bisa mengendalikan dirinya sendiri saat ia marah."

    3. mujahaddah an-nafs adalah bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu untuk taat kepada Allah. manfaatnya yaitu:
    · meningkatkan ketakwaan karena nafsu yang dikendalikan akan mendekatkan diri kepada Allah.
    · melatih kesabaran dan disiplin dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
    · mengendalikan emosi sehingga terhindar dari perbuatan buruk akibat amarah.
    · membentuk karakter kuat (syaja'ah) dan istiqamah dalam kebaikan.
    · menghindarkan dari dosa dan maksiat yang berasal dari keinginan nafsu.
    · meraih kebahagiaan sejati (hidup tenang dan diridhai Allah).

    4. A'ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm
    "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."
    makna doa tersebut:
    · menyadari bahwa marah berasal dari bisikan dan godaan setan.
    · memohon perlindungan Allah agar terhindar dari perbuatan buruk yang ditimbulkan oleh amarah.
    · mengingatkan diri untuk kembali tenang dan berpikir jernih.
    · sebagai bentuk tawakal dan pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu menolong hamba-Nya dari kejahatan nafsu dan setan.

    5. syaja'ah adalah keberanian yang dilandasi kebenaran (berani karena benar, takut karena salah). hikmahnya yaitu:
    · bagi diri sendiri:
    memiliki keteguhan hati, tidak mudah takut dalam menegakkan kebenaran, mampu mengendalikan diri, terhindar dari sifat pengecut dan munafik, serta meraih kehormatan dunia-akhirat.
    · bagi keluarga:
    menjadi teladan bagi anggota keluarga, menciptakan keluarga yang tangguh dan saling melindungi, mendidik anak-anak berani dalam kebaikan, serta menjaga keluarga dari kezaliman dan pengaruh buruk.
    · bagi bangsa dan negara:
    Melahirkan warga negara yang berani membela kebenaran dan keadilan, melawan korupsi, kejahatan, dan ketidakadilan, mempertahankan kedaulatan negara, serta membangun peradaban yang kuat dan bermartabat.

    ReplyDelete
  13. Nama: Raihan Rafi Ismail
    Absen: 25
    Kelas:10.4
    1.mukmin yang baik adalah yang mampu mengendalikan hawa nafsunya, seperti amarah
    2.ciri ciri orang yang kuat menurut nabi Muhammad Saw: bijak dalam bertindak,mampu mengendalikan amarah
    3.dengan melawan hawa nafsu, seseorang terbiasa bersikap sabar, rendah hati, dan disiplin
    4.audzu billahi minas syaitanir rahim “aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan.
    Makna: doa ini membantu kita untuk tidak langsung bereaksi secara negatif saat marah.
    5. - bagi diri sendiri : hati lebih tenang dan tidak mudah gelisah
    - bagi keluarga: menjadi teladan yang baik bagi anggota keluarga yang lain
    - bagi bangsa dan negara: tercipta lingkungan yang damai dan tertib

    ReplyDelete
  14. Nama : Alvi Khabibah
    Kelas : X.E.4
    No absen : 3
    Jawaban!
    1) Mengapa seorang mukmin harus menghindari sikap temperamental ( ghadhab) dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan!
    Karena merupakan sifat tercela yang merusak jiwa memicu permusuhan dan menghilangkan akal sehat serta dengan menghindari ghadhab seorang mukmin dapat menjaga hubungan baik dengan Allah subhanahu wa ta'ala dan sesama manusia serta meraih kebahagiaan dunia akhirat.
    2) Mengapa orang yang berpegang kekar yang berkata belum tentu bisa disebut sebagai orang yang kuat? Bagaimanakah ciri orang yang kuat sesuai dengan sabda rasulullah shallallahu? Jelaskan!
    Orang berbadan kekar belum tentu kuat karena kekuatan hakiki menurut Islam berfokus pada pengendalian diri (jiwa), bukan sekadar otot (fisik). Rasulullah SAW bersabda, "Orang kuat bukanlah yang jago gulat, tetapi orang yang mampu menahan dirinya di kala marah.
    3) jelaskan manfaat membiasakan perilaku mujahadah an-nafs dalam kehidupan sehari-hari!
    Bermanfaat untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT, menenangkan jiwa, dan mencegah perilaku tercela.
    4) Tulisan kembali doa yang dianjurkan untuk dibaca pada saat kita sedang tersulut emosi. Apakah makna yang terkandung dalam doa tersebut?
    A’udzubillahi minasy-syaithanir rajim.
    Artinya Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari gangguan setan yang terkutuk, dari kegilaannya, kesombongannya, dan nyanyiannya.
    5) Jelaskan hikmah membiasakan perilaku syaja'ah baik bagi diri sendiri, bagi keluarga maupun bagi bangsa dan negara!
    • Peningkatan Kualitas Spiritual: Membawa seseorang lebih taat kepada Allah SWT, mendapat hidayah, dan terhindar dari pengaruh setan.
    • Kesehatan Mental dan Emosional: Menumbuhkan rasa syukur, menghilangkan perasaan iri, cemas, tamak, dan tidak puas, serta menciptakan ketenangan jiwa.
    • Kematangan Emosi dan Sosial: Meningkatkan kesabaran dalam menghadapi musibah atau ujian, sehingga tidak bertindak emosional.

    ReplyDelete
  15. Nama: Fathkur rezki alrahman
    Kelas: XE.4
    No absen: 11

    1. Mengapa seorang muslim harus menghindari sikap tempramental (ghadab)?

    Seorang muslim harus menghindari sikap ghadab (marah berlebihan) karena dapat menjerumuskan pada perbuatan dosa seperti berkata kasar dan menyakiti orang lain. Sikap ini juga merusak hubungan sosial, membuat hati tidak tenang, serta menghilangkan kemampuan berpikir jernih. Dalam Islam, seorang muslim dianjurkan untuk bersikap sabar dan mampu mengendalikan diri.


    ---

    2. Mengapa orang berbadan kekar belum tentu kuat? Ciri orang kuat menurut Rasulullah

    Orang berbadan kekar belum tentu kuat karena kekuatan fisik tidak menjamin kemampuan mengendalikan emosi. Bisa saja seseorang kuat secara fisik tetapi lemah dalam menahan amarah.

    Menurut sabda Rasulullah, orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan amarahnya. Ciri-ciri orang kuat adalah mampu mengendalikan emosi, bersabar, tidak mudah terpancing amarah, dan berpikir sebelum bertindak.


    ---

    3. Manfaat membiasakan perilaku mujahadah an-nafs

    Mujahadah an-nafs adalah usaha sungguh-sungguh untuk melawan hawa nafsu. Manfaatnya antara lain membentuk pribadi yang disiplin dan sabar, terhindar dari perbuatan buruk, hati menjadi lebih bersih dan tenang, serta menjadikan seseorang lebih dekat kepada Allah. Selain itu, seseorang akan lebih mampu mengontrol diri dalam berbagai situasi.


    ---

    4. Doa saat tersulut emosi dan maknanya

    Doa yang dianjurkan adalah:

    A'ūdzu billāhi minasy-syaithānir rajīm

    Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

    Maknanya adalah memohon perlindungan kepada Allah agar terhindar dari godaan setan yang dapat memicu amarah, serta membantu menenangkan diri dan mengendalikan emosi.


    ---

    5. Hikmah membiasakan perilaku syaja’ah

    Syaja’ah adalah keberanian dalam membela kebenaran.

    Bagi diri sendiri, sikap ini membuat seseorang menjadi percaya diri dan berani dalam kebenaran.
    Bagi keluarga, menjadi teladan yang baik dan menciptakan lingkungan yang jujur serta tegas.
    Bagi bangsa dan negara, mendorong tegaknya keadilan, mengurangi kezaliman, dan membentuk masyarakat yang berani serta bertanggung jawab.

    ReplyDelete
  16. NAMA :RIDHA ALIYA NAZWA
    KELAS :X.E4
    NO ABSEN: 27


    #JAWABAN

    1.Karena ghadab merupakan sikap yang harus dihindari oleh seorang mukmin dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini karena ghadab dapat merusak hubungan dengan Allah subhanahu wa ta'ala dengan sesama manusia serta merugikan diri sendiri.

    2. Orang berbadan kekar belum tentu bisa kuat karena kekuatan hakiki dalam Islam bukan pada fisik melainkan pengendalian diri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda orang kuat bukanlah orang yang gula tetapi "orang yang kuat yang mampu menahan dirinya ketika marah" (HR.Bukhari Muslim) kekuatan sejati adalah mengelola emosi dan hawa nafsu.

    3. Membiasakan perilaku mujahadah an nafs atau kontrol diri dalam kehidupan sehari-hari bermanfaat untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala, membangun kesabaran, serta menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan hawa nafsu.

    4. Allahumma firli dzambi wa Adha ghaidha qalbi wa ajirnii minasy syaithooni
    artinya: "ya Allah ampunilah dosaku hilangkan amanat dalam hatiku dan lindungilah diriku dari setan"
    makna yang terkandung:
    1. permohonan ampunan (istighfar)
    2. permohonan ketenangan hati
    3. perlindungan dari setan

    5. syaja'ah (keberanian ,berlandaskan kebenaran) membawa hikmah berupa mental tertangguh kejujuran ketenangan bagi diri sendiri ini membangun rasa percaya diri, dan kontrol diri, bagi keluarga menciptakan lingkungan tentram, bagi bangsa membentuk masyarakat jujur, aman,dan melawan kezaliman.

    ReplyDelete
  17. Nama: UMI MAEMUNAH
    Kelas: X.E.4
    Absen: 33


    1.Seorang muslim harus menghindari sikap tempramental (ghadab) karena merupakan sifat tercela yang bersumber dari setan, merusak iman, dan menimbulkan bahaya fisik serta sosial. Ghadab menghilangkan kemampuan berpikir rasional, memicu keputusan yang salah, merusak hubungan, dan mendatangkan murka Allah


    2.Orang berbadan kekar belum tentu kuat karena kekuatan sejati tidak hanya diukur dari fisik, melainkan mencakup mental dan emosional, sedangkan fisik kekar hanyalah salah satu aspek. Menurut Rasulullah SAW, orang kuat adalah mereka yang mampu mengendalikan hawa nafsu dan menahan diri saat marah, bukan hanya jago bergulat.

    3.Mujahadah an-nafs adalah perjuangan sungguh-sungguh untuk mengendalikan hawa nafsu dan kontrol diri dari perbuatan yang merugikan serta melanggar perintah Allah. Manfaat membiasakannya meliputi peningkatan ketaatan, kesabaran dalam ujian, terhindar dari maksiat, serta mendapatkan rida dan hidayah Allah SWT.

    4.
    .أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    A'udzu billahi minas syaithanir rajim.

    Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk"


    5.Syaja'ah adalah sifat berani atau keperwiraan yang dilandasi kebenaran dalam bertindak, bertumpu pada iman, dan tidak takut selain kepada Allah. Hikmah membiasakan syaja'ah meliputi peningkatan keimanan, ketenangan jiwa, teguh memegang amanah, jujur dalam bertindak, serta mampu mengendalikan diri dari amarah, rasa takut, dan perilaku sombong (takabur).

    ReplyDelete
  18. Nama:Sekar elly l
    Kelas:x.e4
    No Absen:30

    1.mengapa seorang muslim harus menghindari sikap tempramental (ghadab)?
    karena ghadab dapat merusak hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, serta merugikan diri sendiri.

    2.mengapa orang berbadan kekar belum tentu kuat?ciri orang kuat menurut rasulullah.
    karena orang yg perkasa (kuat) diantara kamu bukanlah seseorang yg bisa mengalahkan orang lain

    3.manfaat membiasakan perilaku mujahadah an-nafs.
    Mengendalikan hawa nafsu bisa membawa seseorang untuk lebih taat kepada Allah SWT.20 Jul 2021

    4.doa saat tersulut emosi dan maknanya.
    a,udzu billahi minsy-syaithanir-rajim
    makna:pengakuan bahwa kemarahan berasal dri setan yg bersifat api,dan dengn membaca doa ini ,kita memohon perlindungan dan bantuan dri allah

    5.hikmah perilaku syaja'ah (keberanian membela kebenaran).
    Seseorang akan cenderung berterus terang dan konsisten untuk menyuarakan kebenaran sekali pun dirinya mungkin akan berada dalam kesulitan akibat perbuatan orang-orang zalim. Teguh memegang rahasia. Orang-orang yang memiliki sifat syaja'ah tidak akan menjadi pengkhianat.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih atas komentar dan masukan anda

Previous Post Next Post