Menghindari Berfoya-foya, Riya’, dan Sum’ah materi Kelas X. Fase E

Menghindari Berfoya-foya, Riya’, dan Sum’ah

1. Pengertian

·        Berfoya-foya (Isrāf/Tabdzīr) → perilaku hidup boros, berlebihan dalam menggunakan harta atau kenikmatan tanpa memperhatikan manfaat dan kebutuhan.

·        Riya’ → melakukan amal ibadah atau kebaikan dengan tujuan ingin dilihat dan dipuji manusia.

·        Sum’ah → melakukan amal ibadah dengan tujuan ingin didengar, dipuji, atau dikenal banyak orang.

 

2. Dasar Hukum

·        Al-Qur’an:

o   “Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (Q.S. Al-Isrā’: 27)

·        Hadis: Rasulullah SAW bersabda:
“Makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah tanpa berlebih-lebihan (isrāf) dan tanpa kesombongan.” (HR. Abu Daud)

·        Tentang riya’, Rasulullah SAW bersabda:
“Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’.” (HR. Ahmad).

 

3. Dampak Negatif

·        Berfoya-foya → menyebabkan boros, tidak bersyukur, sulit menabung, jauh dari keberkahan.

·        Riya’ → amal ibadah tidak diterima Allah, merusak hati, menimbulkan kemunafikan.

·        Sum’ah → menjadikan orang suka pamer, mencari popularitas, kehilangan keikhlasan.

 

4. Cara Menghindari

1.     Menghindari Berfoya-foya

o   Membelanjakan harta sesuai kebutuhan.

o   Mengutamakan sedekah dan menolong sesama.

o   Membiasakan hidup sederhana.

2.     Menghindari Riya’

o   Meluruskan niat sebelum beramal.

o   Menyembunyikan amal kebaikan bila memungkinkan.

o   Menyadari bahwa pahala hanya dari Allah.

3.     Menghindari Sum’ah

o   Tidak menceritakan amal kebaikan untuk mendapat pujian.

o   Mengutamakan amal ikhlas, bukan pencitraan.

o   Mengingat bahwa semua amal akan ditimbang di akhirat.

 

5. Contoh Perilaku Menghindari

·        Menabung dan bersedekah daripada menghamburkan uang untuk kesenangan sesaat.

·        Melaksanakan shalat sunnah tanpa perlu dipamerkan.

·        Bersedekah secara diam-diam agar tidak menimbulkan sum’ah.

·        Menggunakan rezeki sesuai kebutuhan dan selalu bersyukur.

 

Kesimpulan:

Menghindari berfoya-foya, riya’, dan sum’ah berarti menjaga diri dari penyakit hati dan sifat tercela. Dengan ikhlas, sederhana, dan bersyukur, maka kehidupan akan lebih berkah dan amal ibadah diterima oleh Allah SWT. 







LKPD

📌 Studi Kasus 1: Berfoya-foya

 

Rafi baru saja mendapat uang saku tambahan dari orang tuanya. Alih-alih menggunakan uang itu untuk kebutuhan sekolah, ia justru membelanjakannya untuk hal-hal yang tidak penting, seperti membeli barang-barang mewah, jajan berlebihan, dan mentraktir teman-temannya hanya untuk dianggap “gaul”. Ketika uangnya habis, ia mengeluh dan tidak punya biaya untuk membeli buku yang dibutuhkan.

Pertanyaan Diskusi

 

1. Apa kesalahan Rafi dalam menggunakan nikmat rezeki yang diberikan Allah?

2. Apa dampak negatif dari gaya hidup berfoya-foya bagi dirinya dan lingkungannya?

3. Bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dalam menggunakan harta?

4. Sebutkan dalil (ayat/hadis) yang melarang hidup berfoya-foya.

5. Apa langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi?


 

📌 Studi Kasus 2: Riya’

 

Sinta rajin bersedekah, tetapi ia selalu menceritakan sedekahnya kepada orang lain agar dipuji. Bahkan, ia sering mengunggah foto atau video setiap kali membantu orang di media sosial dengan tujuan mendapat komentar baik. Padahal, ketika tidak ada orang yang melihat, ia jarang sekali bersedekah.

Pertanyaan Diskusi

 

1. Mengapa sikap Sinta disebut sebagai riya’?

2. Apa perbedaan antara bersedekah ikhlas karena Allah dengan bersedekah karena ingin dipuji?

3. Apa bahaya riya’ bagi amal seseorang?

4. Bagaimana pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya’?

5. Bagaimana cara agar kita bisa terhindar dari sifat riya’?


 

📌 Studi Kasus 3: Sum’ah

 

Ahmad dikenal rajin membaca Al-Qur’an dengan suara keras di masjid. Namun, niatnya bukan hanya untuk beribadah, melainkan agar orang-orang memuji suaranya yang merdu. Jika tidak ada orang yang mendengar, ia jarang membaca Al-Qur’an. Akhirnya, sebagian temannya menyadari bahwa tujuan Ahmad lebih banyak karena ingin didengar, bukan semata karena Allah.

 

Pertanyaan Diskusi

 

1. Mengapa sikap Ahmad termasuk sum’ah?

2. Apa perbedaan sum’ah dengan riya’?

3. Bagaimana akibat dari sum’ah bagi amal seseorang di sisi Allah?

4. Apa dalil yang menjelaskan tentang larangan sum’ah?

5. Bagaimana sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya?


26 Comments

Terimakasih atas komentar dan masukan anda

  1. Fathkur rezki alrahman
    X e 4
    1.karena ahmad membaca alquran hanya sebatas ingin di dengar bukan semata karena allah
    2.Riya’ yaitu melakukan amal ibadah atau kebaikan dengan tujuan ingin dilihat dan dipuji manusia. Sum’ah → melakukan amal ibadah dengan tujuan ingin didengar, dipuji, atau dikenal banyak orang.
    3.Sum’ah menjadikan orang suka pamer, mencari popularitas, kehilangan keikhlasan.
    4.Hadis: Rasulullah SAW bersabda:
    “Makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah tanpa berlebih-lebihan (isrāf) dan tanpa kesombongan.” (HR. Abu Daud)
    5.yaitu dengan bersungguh sungguh menjalankan tugasnya sbgai muslim karena allah , bukankarna yg lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. nama : sazyatun mutmainah
      kelas : X e 6

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nama : sazyatun mutmainah
      kelas : X e 6


      📌Studi Kasus 1 : Berfoya-foya

      1. Apa kesalahan Rafi dalam menggunakan nikmat rezeki yang diberikan Allah?
      ➡️ Rafi salah karena menggunakan rezeki bukan untuk kebutuhan dan kebaikan, tetapi untuk hal-hal yang tidak bermanfaat hanya demi gengsi dan kesenangan duniawi.

      2. Apa dampak negatif dari gaya hidup berfoya-foya bagi dirinya dan lingkungannya?
      ➡️ Dampaknya: uang cepat habis, sulit menabung, tidak bisa memenuhi kebutuhan penting, menimbulkan sifat boros, dan memberi contoh buruk bagi teman-temannya.

      3. Bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dalam menggunakan harta?
      ➡️ Seorang muslim harus bijak, hemat, dan menggunakan harta sesuai kebutuhan serta memperbanyak sedekah dan menolong sesama.

      4. Sebutkan dalil (ayat/hadis) yang melarang hidup berfoya-foya.
      ➡️ “Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (Q.S. Al-Isrā’: 27)

      5. Apa langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi?
      ➡️ Rafi harus belajar mengatur keuangan, hidup sederhana, menabung, dan menggunakan hartanya untuk hal-hal bermanfaat serta bersedekah dengan ikhlas.

      📌 Studi Kasus 2: Riya’

      1. Mengapa sikap Sinta disebut sebagai riya’?
      ➡️ Karena Sinta melakukan amal sedekah dengan tujuan agar dipuji dan dikenal orang lain, bukan karena Allah SWT.

      2. Apa perbedaan antara bersedekah ikhlas karena Allah dengan bersedekah karena ingin dipuji?
      ➡️ Bersedekah karena Allah dilakukan tanpa pamrih dan hanya berharap ridha Allah, sedangkan bersedekah karena ingin dipuji bertujuan mencari perhatian dan sanjungan manusia.

      3. Apa bahaya riya’ bagi amal seseorang?
      ➡️ Amal tidak diterima Allah, menghapus pahala, dan menumbuhkan sifat munafik dalam hati.

      4. Bagaimana pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya’?
      ➡️ Islam menganggapnya sebagai syirik kecil yang membatalkan pahala amal. Rasulullah SAW bersabda:
      “Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’.” (HR. Ahmad)

      5. Bagaimana cara agar kita bisa terhindar dari sifat riya’?
      ➡️ Dengan meluruskan niat sebelum beramal, tidak menceritakan amal kepada orang lain, dan selalu ingat bahwa hanya Allah yang memberi pahala.

      📌 Studi Kasus 3: Sum’ah

      1. Mengapa sikap Ahmad termasuk sum’ah?
      ➡️ Karena Ahmad membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar didengar dan dipuji orang, bukan semata-mata karena Allah SWT.

      2. Apa perbedaan sum’ah dengan riya’?
      ➡️ Riya’ ingin dilihat orang lain, sedangkan sum’ah ingin didengar atau dikenal karena amalnya.

      3. Bagaimana akibat dari sum’ah bagi amal seseorang di sisi Allah?
      ➡️ Amal menjadi tidak bernilai di sisi Allah karena dilakukan tanpa keikhlasan, hanya untuk mencari popularitas dan pujian manusia.

      4. Apa dalil yang menjelaskan tentang larangan sum’ah?
      ➡️ Rasulullah SAW bersabda:
      “Barang siapa yang beramal karena sum’ah (ingin didengar orang), maka Allah akan memperdengarkan (aib)nya di hadapan makhluk pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

      5. Bagaimana sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya?
      ➡️ Ahmad harus meluruskan niat hanya karena Allah, membaca Al-Qur’an dengan keikhlasan, dan tidak peduli pada pujian manusia

      Delete
  3. Nama:hawra Mutia Azzahra
    Kelas:x e 6
    📌Studi Kasus 1 : Berfoya-foya
    1.Rafi tidak bersyukur dan tidak menggunakan harta dengan bijak, malah membelanjakannya untuk hal-hal yang tidak penting.
    2.Dampak negatifnya adalah kebiasaan konsumtif, ketergantungan pada harta, keterlambatan belajar, dan penurunan kualitas hidup. Bagi lingkungan, bisa menyebabkan penyimpangan nilai dan penurunan moral.
    3.Seorang muslim seharusnya bersyukur, berhemat, berbagi, dan menggunakan harta untuk kebaikan, bukan hanya untuk kesenangan.
    4.Ayat: QS. Al-Isra: 26
    Hadis: HR. Tirmidzi (tentang harta yang tidak halal)
    5.Rafi seharusnya memperbaiki sikapnya dengan mengatur keuangan, memprioritaskan kebutuhan pendidikan, menghindari konsumsi berlebihan, dan meminta izin orang tua sebelum membelanjakan uang. Ia juga bisa belajar mengelola harta dengan bijak dan berusaha mencari penghasilan tambahan jika diperlukan.
    📌Studi Kasus 2: riya'
    1.Sinta disebut riya’ karena ia bersedekah hanya untuk mendapat pujian dan perhatian dari orang lain, bukan karena keikhlasan kepada Allah.
    2.Bersedekah ikhlas adalah karena Allah, sedangkan bersedekah karena ingin dipuji adalah untuk mendapat pujian manusia.
    3.Riya’ merusak amal karena amal tersebut tidak diterima oleh Allah dan tidak mendatangkan pahala yang sempurna.
    4.Islam menolak amal yang dilakukan dengan niat riya’, yaitu amal yang dilakukan hanya untuk dikenang, dipuji, atau diperlihatkan oleh manusia, bukan semata untuk meraih ridha Allah. Amal yang disertai riya’ tidak diterima oleh Allah karena tujuan utamanya bukan untuk kebaikan dan keimanan, melainkan untuk kepuasan duniawi.
    5.Cara terhindar dari riya’ adalah beramal secara sembunyi, tidak mengharapkan pujian, dan selalu mengingat bahwa tujuan amal adalah untuk Allah semata.
    📌Studi Kasus 3:sum'ah
    1.Ahmad termasuk sum’ah karena niatnya lebih terarah pada dikenang atau dihargai oleh orang lain, bukan semata untuk meraih ridha Allah.
    2.Sum’ah adalah keinginan untuk dikenang atau dihargai, sedangkan riya’ adalah keinginan untuk menunjukkan kebaikan di depan manusia agar mendapatkan pujian.
    3.Sum’ah dapat mengurangi nilai amal karena amal tersebut tidak tulus dan hanya untuk dikenang oleh manusia, sehingga tidak diterima oleh Allah.
    4."Dan janganlah kamu berbuat kebaikan agar dicari perkenan orang-orang yang tidak beriman."

    ReplyDelete
  4. Nama Karli Ramdani
    kelas X E 6
    Studi Kasus 1 : Berfoya-foya

    1. Apa kesalahan Rafi dalam menggunakan nikmat rezeki yang diberikan Allah?
    ➡️ Rafi salah karena menggunakan rezeki bukan untuk kebutuhan dan kebaikan, tetapi untuk hal-hal yang tidak bermanfaat hanya demi gengsi dan kesenangan duniawi.

    2. Apa dampak negatif dari gaya hidup berfoya-foya bagi dirinya dan lingkungannya?
    ➡️ Dampaknya: uang cepat habis, sulit menabung, tidak bisa memenuhi kebutuhan penting, menimbulkan sifat boros, dan memberi contoh buruk bagi teman-temannya.

    3. Bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dalam menggunakan harta?
    ➡️ Seorang muslim harus bijak, hemat, dan menggunakan harta sesuai kebutuhan serta memperbanyak sedekah dan menolong sesama.

    4. Sebutkan dalil (ayat/hadis) yang melarang hidup berfoya-foya.
    ➡️ “Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (Q.S. Al-Isrā’: 27)

    5. Apa langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi?
    ➡️ Rafi harus belajar mengatur keuangan, hidup sederhana, menabung, dan menggunakan hartanya untuk hal-hal bermanfaat serta bersedekah dengan ikhlas.

    Studi Kasus 2: Riya’

    1. Mengapa sikap Sinta disebut sebagai riya’?
    ➡️ Karena Sinta melakukan amal sedekah dengan tujuan agar dipuji dan dikenal orang lain, bukan karena Allah SWT.

    2. Apa perbedaan antara bersedekah ikhlas karena Allah dengan bersedekah karena ingin dipuji?
    ➡️ Bersedekah karena Allah dilakukan tanpa pamrih dan hanya berharap ridha Allah, sedangkan bersedekah karena ingin dipuji bertujuan mencari perhatian dan sanjungan manusia.

    3. Apa bahaya riya’ bagi amal seseorang?
    ➡️ Amal tidak diterima Allah, menghapus pahala, dan menumbuhkan sifat munafik dalam hati.

    4. Bagaimana pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya’?
    ➡️ Islam menganggapnya sebagai syirik kecil yang membatalkan pahala amal. Rasulullah SAW bersabda:
    “Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’.” (HR. Ahmad)

    5. Bagaimana cara agar kita bisa terhindar dari sifat riya’?
    ➡️ Dengan meluruskan niat sebelum beramal, tidak menceritakan amal kepada orang lain, dan selalu ingat bahwa hanya Allah yang memberi pahala.

    📌 Studi Kasus 3: Sum’ah

    1. Mengapa sikap Ahmad termasuk sum’ah?
    ➡️ Karena Ahmad membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar didengar dan dipuji orang, bukan semata-mata karena Allah SWT.

    2. Apa perbedaan sum’ah dengan riya’?
    ➡️ Riya’ ingin dilihat orang lain, sedangkan sum’ah ingin didengar atau dikenal karena amalnya.

    3. Bagaimana akibat dari sum’ah bagi amal seseorang di sisi Allah?
    ➡️ Amal menjadi tidak bernilai di sisi Allah karena dilakukan tanpa keikhlasan, hanya untuk mencari popularitas dan pujian manusia.

    4. Apa dalil yang menjelaskan tentang larangan sum’ah?
    ➡️ Rasulullah SAW bersabda:
    “Barang siapa yang beramal karena sum’ah (ingin didengar orang), maka Allah akan memperdengarkan (aib)nya di hadapan makhluk pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    5. Bagaimana sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya?
    ➡️ Ahmad harus meluruskan niat hanya karena Allah, membaca Al-Qur’an dengan keikhlasan, dan tidak peduli pada pujian manusia.

    ReplyDelete
  5. Nama : Almira Khairuna Nur Jaharah
    Kelas : X.E6

    ReplyDelete
  6. Syafira Fatia Al QurrotaOctober 12, 2025 at 9:33 PM

    Nama : Syafira Fatia Al Qurrota
    Kelas : X.E6


    📌Studi Kasus 1: Berfoya-foya

    1. Kesalahan Rafi adalah menggunakan uang untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak sesuai dengan prioritas kebutuhan.
    2. Dampak negatifnya adalah Rafi menjadi tidak bertanggung jawab dalam mengelola keuangan, dan mungkin akan mengalami kesulitan keuangan di masa depan.
    3. Seorang muslim seharusnya menggunakan harta dengan bijak, memprioritaskan kebutuhan pokok, dan bersedekah.
    4. Dalil yang melarang hidup berfoya-foya adalah QS. Al-Furqan: 67 dan QS. Al-A'raf: 31.
    5. Langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi adalah membuat prioritas kebutuhan, mengelola keuangan dengan bijak, dan bersedekah.

    📌Studi Kasus 2: Riya

    1. Sikap Sinta disebut riya' karena ia melakukan sedekah dengan tujuan ingin dipuji.
    2. Perbedaan antara bersedekah ikhlas karena Allah dan bersedekah karena ingin dipuji adalah niat dan tujuan.
    3. Bahaya riya' adalah dapat menghapus pahala amal dan membuat amal menjadi tidak diterima.
    4. Pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya' adalah tidak diterima.
    5. Cara agar terhindar dari sifat riya' adalah memperbaiki niat dan melakukan amal dengan ikhlas.

    📌Studi Kasus 3: Sum'ah

    1. Sikap Ahmad termasuk sum'ah karena ia melakukan ibadah dengan tujuan ingin didengar dan dipuji.
    2. Perbedaan sum'ah dengan riya' adalah sum'ah dilakukan dengan tujuan ingin didengar, sedangkan riya' dilakukan dengan tujuan ingin dilihat.
    3. Akibat dari sum'ah adalah dapat menghapus pahala amal dan membuat amal menjadi tidak diterima.
    4. Dalil yang menjelaskan tentang larangan sum'ah adalah QS. Al-Ma'un: 4-6.
    5. Ahmad sebaiknya memperbaiki niat ibadahnya dengan berfokus pada Allah dan melakukan amal dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  7. NAMA:AFRIZA NUR PUSPITA
    KELAS:X.E.6
    📌 Studi Kasus 1: Berfoya-foya
    1.)Melakukan pemborosan (tabzir) dan berlebih-lebihan (israf): Membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak penting (barang mewah, jajan berlebihan) dan menghambur-hamburkan harta.
    2.) •bagi diri sendiri =
    -kesulitan finansial
    -lalai dari tanggung jawab
    •bagi lingkungan=
    -Menimbulkan kecemburuan sosial:
    -Menciptakan budaya konsumtif:
    3.) +Sederhana dan seimbang (Qana'ah dan Iqtishad): Tidak kikir (pelit) dan tidak pula boros atau berlebihan. Membelanjakan harta secara wajar, proporsional, dan sesuai kebutuhan, tidak berlebihan dalam urusan duniawi.
    -Menyisihkan untuk Infaq dan Sedekah
    4.) Surah Al-Isra' (17): Ayat 26-27 (Larangan Boros - Tabzir):
    5.) -Bertobat dan Muhasabah Diri
    -Membuat Skala Prioritas Kebutuhan



    📌 Studi Kasus 2: Riya’
    1.) •Ia selalu menceritakan sedekahnya kepada orang lain.
    •Ia sering mengunggah foto atau video setiap kali membantu di media sosial.
    Tujuan utamanya adalah mendapat komentar baik dan dipuji.
    Fakta bahwa ia jarang bersedekah ketika tidak ada yang melihat menunjukkan bahwa motivasi amalnya adalah "melihat" (riya') orang lain, bukan pengawasan Allah.
    2.) Sedekah yang ikhlas karena Allah dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah, sedangkan sedekah karena ingin dipuji tujuannya adalah untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari manusia.
    3.) •Merusak dan Menghapus Amal
    •Menyebabkan Kerugian di Akhirat
    • Digolongkan sebagai Syirik Kecil (Syirk Ashghar): Rasulullah saw. menyebut riya’ sebagai syirik yang tersembunyi (syirik khafi), karena seolah-olah menyekutukan Allah dengan menjadikan pujian manusia sebagai tujuan utama ibadah.
    4.) ••Amal Ditolak (Tidak Diterima): Jika riya' menyertai amal sejak awal hingga akhir, maka amal tersebut batal dan tidak bernilai di sisi Allah Swt., bahkan bisa mendatangkan dosa. Hal ini sesuai dengan hadis qudsi, di mana Allah berfirman: “Aku adalah Dzat Yang paling tidak butuh dengan sekutu. Barangsiapa melakukan suatu amalan dan dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku dalam amalan itu, maka Aku akan meninggalkannya dan perbuatannya itu.”
    5.) •Memperkuat Ilmu dan Keyakinan (Iman):
    •Melawan Keinginan Diri (Mujahadah)
    •Membiasakan Beramal Sembunyi-sembunyi: Berusaha memiliki 'amal rahasia' yang hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah Swt., terutama dalam ibadah sunnah (seperti sedekah sunnah atau salat malam).


    📌 Studi Kasus 3: Sum’ah
    1.) Ahmad membaca Al-Qur’an dengan suara keras di masjid dengan niat agar orang-orang memuji suaranya yang merdu. Fakta bahwa ia jarang membaca jika tidak ada orang yang mendengar menunjukkan bahwa tujuan utamanya adalah agar amalnya didengar dan diakui manusia, bukan murni karena Allah Swt.
    2.) •Riya’ → melakukan amal ibadah atau kebaikan dengan tujuan ingin dilihat dan dipuji manusia.
    •Sum’ah → melakukan amal ibadah dengan tujuan ingin didengar, dipuji, atau dikenal banyak orang.
    3.) •Amal Ditolak dan Tidak Bernilai
    •Mendapat Hukuman di Akhirat
    4.) HR. Bukhari dan Muslim).
    Penjelasan: Hadis ini menunjukkan bahwa Allah akan membongkar niat busuk pelaku sum’ah (memperdengarkan aibnya) dan riya’ (memperlihatkan aibnya) di hadapan manusia pada Hari Kiamat sebagai hukuman setimpal.
    5.) •Memperbaharui Niat (Tajdidun Niyyah)
    •Memohon Perlindungan dari Riya’ dan Sum’ah:
    •Fokus pada Makna dan Tadabbur

    ReplyDelete
  8. Nama:Chindy Augestia Ramadhani
    Kelas:X.E-6

    Studi Kasus 1: Berfoya-foya
    1. *Apa kesalahan Rafi dalam menggunakan nikmat rezeki yang diberikan Allah?* Rafi salah karena menggunakan uang untuk hal-hal yang tidak penting dan berlebihan, bukan untuk kebutuhan yang mendesak. Ia seharusnya lebih bijak dalam mengelola rezeki yang diberikan.

    2. *Apa dampak negatif dari gaya hidup berfoya-foya bagi dirinya dan lingkungannya?* Dampak negatifnya antara lain: _Bagi diri sendiri_: Rafi menjadi boros, tidak disiplin dalam mengelola keuangan, dan mungkin akan mengalami kesulitan keuangan di masa depan. _Bagi lingkungan_: Teman-temannya mungkin terbiasa dengan perilaku boros dan tidak menghargai uang.

    3. *Bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dalam menggunakan harta?* Seorang muslim seharusnya menggunakan harta dengan bijak, tidak boros, dan sesuai dengan ajaran Islam. Harta harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bersedekah, dan berinvestasi untuk masa depan.

    4. *Sebutkan dalil (ayat/hadis) yang melarang hidup berfoya-foya.* Salah satu dalil yang melarang hidup berfoya-foya adalah: _“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara setan.”_ (QS. Al-Isra’: 26-27)

    5. *Apa langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi?* Rafi bisa mulai dengan membuat anggaran keuangan yang jelas, memprioritaskan kebutuhan pokok, dan menabung untuk masa depan. Ia juga perlu introspeksi diri dan berusaha untuk lebih disiplin dalam mengelola keuangan.

    Studi Kasus 2: Riya’
    1. *Mengapa sikap Sinta disebut sebagai riya’?* Sinta disebut riya’ karena ia bersedekah dengan tujuan agar dipuji oleh orang lain, bukan semata-mata karena Allah.

    2. *Apa perbedaan antara bersedekah ikhlas karena Allah dengan bersedekah karena ingin dipuji?* _Bersedekah ikhlas_: Dilakukan dengan niat untuk mencari ridho Allah, tanpa mengharapkan pujian dari orang lain. _Bersedekah karena ingin dipuji_: Dilakukan dengan niat untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain.

    3. *Apa bahaya riya’ bagi amal seseorang?* Riya’ dapat membatalkan pahala amal seseorang di sisi Allah, karena amal tersebut tidak dilakukan dengan ikhlas.

    4. *Bagaimana pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya’?* Islam sangat melarang riya’ dalam beramal. Amal yang disertai riya’ tidak akan diterima oleh Allah.

    5. *Bagaimana cara agar kita bisa terhindar dari sifat riya’?* Untuk terhindar dari riya’, kita perlu selalu introspeksi niat kita dalam beramal, meminta pertolongan Allah agar dijauhkan dari riya’, dan berusaha untuk selalu ikhlas dalam setiap perbuatan.

    Studi Kasus 3: Sum’ah
    1. *Mengapa sikap Ahmad termasuk sum’ah?* Ahmad termasuk sum’ah karena ia membaca Al-Qur’an dengan suara keras di masjid bukan semata-mata untuk beribadah kepada Allah, melainkan agar orang lain memuji suaranya.

    2. *Apa perbedaan sum’ah dengan riya’?* _Riya’_: Melakukan amal dengan tujuan agar dilihat dan dipuji oleh orang lain. _Sum’ah_: Melakukan amal dengan tujuan agar didengar dan dipuji oleh orang lain.

    3. *Bagaimana akibat dari sum’ah bagi amal seseorang di sisi Allah?* Sum’ah dapat membatalkan pahala amal seseorang di sisi Allah, karena amal tersebut tidak dilakukan dengan ikhlas.

    4. *Apa dalil yang menjelaskan tentang larangan sum’ah?* Salah satu dalil yang melarang sum’ah adalah hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya: _“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.” Mereka bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya’.”_ (HR. Ahmad)

    5. *Bagaimana sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya?* Ahmad sebaiknya memperbaiki niatnya dengan selalu mengikhlaskan ibadahnya hanya untuk Allah, dan tidak mengharapkan pujian dari orang lain. Ia juga perlu introspeksi diri dan berusaha untuk lebih fokus pada hubungan dengan Allah.

    ReplyDelete
  9. Nama: Septia aningsih
    kelas: X.E.6
    Studi berfoya-foya :
    1. Apa kesalahan Rafi dalam menggunakan nikmat rezeki yang diberikan Allah?
    Rafi melakukan kesalahan karena tidak menggunakan uangnya untuk hal-hal yangbermanfaat
    2. Apa dampak negatif dari gaya hidup berfoya-foya bagi dirinya dan lingkungannya?
    Dampak negatifnya adalah Rafi menjadi boros dan tidak memiliki cukup uang untuk kebutuhan penting seperti membeli buku.
    3. Bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dalam menggunakan harta?
    Seorang muslim seharusnya bersikap bijaksana dalam menggunakan harta, yaitu dengan memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan, bersedekah, serta menghindari perilaku boros dan berfoya-foya.
    4. Sebutkan dalil (ayat/hadis) yang melarang hidup berfoya-foya.
    Salah satu dalil yang melarang hidup berfoya-foya adalahSurah Al-Isra' (17:27):
    “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”
    5. Apa langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi?
    Langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi adalah dengan mulai membuat anggaran pengeluaran, memprioritaskan kebutuhan menabung sebagian uangnya.
    Studi riya:
    1. Mengapa sikap Sinta disebut sebagai riya'?
    Sikap Sinta disebut riya' karena ia melakukan sedekah bukan karena Allah semata, melainkan dengan tujuan agar dipuji oleh orang lain.
    2. Apa perbedaan antara bersedekah ikhlas karena Allah dengan bersedekah karena ingin dipuji?
    Bersedekah ikhlas karena Allah dilakukan semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia. Sementara itu, bersedekah karena ingin dipuji dilakukan dengan tujuan agar mendapatkan pujian.
    3. Apa bahaya riya' bagi amal seseorang?
    Bahaya riya' bagi amal seseorang adalah dapat menghapus pahala amal tersebut.
    4. Bagaimana pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya'?
    Dalam pandangan Islam, amal yang disertai riya' dianggap sebagai perbuatan tercela dan dosa.
    5. Bagaimana cara agar kita bisa terhindar dari sifat riya'?
    Ada beberapa cara agar kita bisa terhindar dari sifat riya', antara lain:
    - Memperbaiki niat dan selalu berusaha ikhlas dalam beramal.
    - Menjaga kerahasiaan amal ibadah, kecuali jika ada maslahat yang lebih besar jika diumumkan.
    - Menghindari pujian dan popularitas, serta tidak merasa bangga ketika dipuji.
    Studi sum'ah:
    1. Mengapa sikap Ahmad termasuk sum'ah?
    Sikap Ahmad termasuk sum'ah karena ia membaca Al-Qur'an dengan suara keras di masjid bukan semata-mata karena Allah, melainkan agar orang-orang memuji suaranya yang merdu. Ia ingin amalnya didengar dan mendapatkan pengakuan dari orang lain.
    Sum'ah adalah melakukan amal ibadah agar didengar oleh orang lain dan mendapatkan pujian.
    2. Apa perbedaan sum'ah dengan riya'?
    Perbedaan antara sum'ah dan riya' terletak pada indra yang menjadi sasaran. Sum'ah berkaitan dengan pendengaran, yaitu ingin amalnya didengar oleh orang lain, sedangkan riya' berkaitan dengan penglihatan, yaitu ingin amalnya dilihat oleh orang lain.
    3. Bagaimana akibat dari sum'ah bagi amal seseorang di sisi Allah?
    Akibat dari sum'ah bagi amal seseorang di sisi Allah adalah dapat menghapus pahala amanya
    4. Apa dalil yang menjelaskan tentang larangan sum'ah?
    Dalil tentang larangan sum'ah dapat ditemukan dalam beberapa hadis, di antara nya
    - Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang melakukan perbuatan sum'ah, maka Allah akan memperdengarkan keburukannya (pada hari kiamat)." (HR. Bukhari dan Muslim)
    5. Bagaimana sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya?
    Sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya dengan cara:
    - Mengingat bahwa tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan ridha-Nya.
    - Menjaga kerahasiaan amal ibadah, kecuali jika ada maslahat yang lebih besar jika diumumkan.
    - Membaca Al-Qur'an dgn ikhlas

    ReplyDelete
  10. Nama:Rafa Nugraha
    Kelas:X.E.6
    📌Studi kasus 1:Foya foya
    1. Kesalahan Rafi: Menghamburkan uang untuk hal yang tidak bermanfaat dan tidak bersyukur atas rezeki Allah.

    2. Dampak negatif: Uang cepat habis, tidak bisa memenuhi kebutuhan penting, jadi boros, dan memberi contoh buruk bagi teman-temannya.

    3. Sikap muslim: Menggunakan harta dengan bijak, sederhana, dan untuk hal yang bermanfaat serta beribadah kepada Allah.

    4. Dalil: “Janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang yang boros itu saudara setan.” (QS. Al-Isra’: 26–27).

    5. Langkah perbaikan: Bertaubat, belajar mengatur keuangan, hidup sederhana, dan gunakan harta untuk hal berguna serta sedekah.
    📌Studi kasus 2:riya
    1. Sikap Sinta disebut riya’ karena ia bersedekah agar dipuji orang, bukan karena Allah.

    2. Perbedaannya: Sedekah ikhlas karena Allah mencari ridha-Nya, sedangkan sedekah karena ingin dipuji mencari penilaian manusia.

    3. Bahaya riya’: Amal tidak diterima Allah dan pahalanya hilang.

    4. Pandangan Islam: Amal yang disertai riya’ tidak bernilai ibadah dan termasuk syirik kecil.

    5. Cara menghindari riya’: Luruskan niat, sembunyikan amal, dan berdoa agar hati dijaga tetap ikhlas.
    📌Studi kasus 3:sum'ah
    1. Sikap Ahmad termasuk sum’ah karena ia membaca Al-Qur’an agar didengar dan dipuji orang lain, bukan karena Allah.

    2. Perbedaannya: Riya’ ingin dilihat orang, sedangkan sum’ah ingin didengar orang.

    3. Akibatnya: Amal tidak diterima Allah dan pahalanya hilang karena tidak ikhlas.

    4. Dalil: Nabi SAW bersabda, “Barang siapa beramal karena sum’ah, Allah akan memperdengarkan (aib)nya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    5. Perbaikan niat: Luruskan niat hanya karena Allah, baca Al-Qur’an dengan ikhlas, dan hindari mencari pujian manusia.

    ReplyDelete
  11. Nama : Widya Amalia
    Kelas : XE.6
    📌 Studi Kasus 1: Berfoya-foya
    1. Rafi membeli barang barang yg tidak penting, seperti membeli barang barang mewah, jajan berlebihan, dll. Ketika uangnya habis, ia mengeluh dan tidak punya biaya untuk membeli buku yang dibutuhkan.
    2. menyebabkan boros, tidak bersyukur, sulit menabung, jauh dari keberkahan.
    3. Sederhana, dermawan, tidak kikir
    4. “Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (Q.S. Al-Isrā’: 27)
    5. Lebih bijak dalam mengelola uang, dan tidak boros
    📌 Studi Kasus 2: Riya'
    1. Karena ia selalu menceritakan sedekahnya kepada orang lain agar dipuji.
    2. Perbedaannya adalah:
    - Sedekah ikhlas: Dilakukan semata-mata karena Allah, tanpa mengharapkan pujian atau balasan dari manusia.
    - Sedekah ingin dipuji: Dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain.
    3. amal ibadah tidak diterima Allah, merusak hati, menimbulkan kemunafikan.
    4. Islam menganggapnya sebagai syirik kecil yang membatalkan pahala amal. Rasulullah SAW bersabda:
    “Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’.” (HR. Ahmad)
    5. Dengan meluruskan niat sebelum beramal, tidak menceritakan amal kepada orang lain, dan selalu ingat bahwa hanya Allah yang memberi pahala.
    📌 Studi Kasus 3: Sum'ah
    1. niatnya bukan hanya untuk beribadah, melainkan agar orang-orang memuji suaranya yang merdu.
    2. Perbedaannya:
    - Riya: Melakukan amal ibadah dengan tujuan dilihat dan dipuji oleh orang lain.
    - Sum'ah: Melakukan amal ibadah agar didengar dan dipuji oleh orang lain.
    3. menjadikan orang suka pamer, mencari popularitas, kehilangan keikhlasan
    4. "Siapa yang memperdengarkan amalannya kepada manusia, maka Allah akan memperdengarkan aibnya." (HR. Bukhari dan Muslim).
    5. Ahmad bisa memperdalam pemahaman tentang tujuan ibadah, meningkatkan kualitas ibadahnya

    ReplyDelete
  12. Nama: Annisa mutiara dewi
    Kelas:Xe6
    📌Study kasus 1

    1.rafi membuang buang uang membelanjakan untuk hal yang tidak penting.

    2.boros,tidak bersyukur, jauh dari keberkahan.

    3.dengan cara menghemat, dan menggunakan sesuai kebutuhan.

    4.Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (Q.S. Al-Isrā’: 27)
    5. Kedepannya untuk belajar menabung, dan berhemat

    📌Study kasus 2
    1.karna shinta menceritakan sedekah nya kepada orang lain agar di puji.

    2.iklhas berarti ia bersedekah dengan niat yang bersungguh-sungguh dan bersedekah karna Allah Ta'ala, sedangkan riya ia bersedekah hanya ingin mendapatkan pujian,agar dikagumi banyak orang namun ia beribadah bukan untuk Allah Ta'ala.

    3.Amalnya tidak ditrima oleh Allah SWT.

    4.membatalkan dan menghapus amal saleh.

    5. Caranya adalah meluruskan niat sebelum beramal, menyembunyikan amal kebaikan bila memungkinkan, menyadari bahwa pahala hanya dari Allah.

    📌Study kasus 3
    1.karna ingin dipuji saat ia membaca alquran, dan ia membaca alquran bukan karena Allah Ta'ala.

    2.Riya: melakukan amal ibadah atau kebaikan dengan tujuan ingin di lihat/dipuji manusia
    Sum'ah:melakukan amal ibadah atau kebaikan dengan tujuan ingin di puji/di dengar banyak orang.

    3.menjadikan orang yang pamer, mencari popularitas, dan kehilangan keikhlasan nya

    4. Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil, yaitu riya. (HR Ahmad) .

    5.meluruskan niatnya dengan baik, membaca alquran semata-mata karena Allah Ta'ala.

    ReplyDelete
  13. Nama: Diva Tri Wahyu Septiani
    Kelas: XE.6
    📌 Studi Kasus 1: Berfoya-foya
    1. Apa kesalahan Rafi dalam menggunakan nikmat rezeki yang diberikan Allah?
    Kesalahan Rafi adalah menggunakan uang saku tambahan untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak bermanfaat, seperti membeli barang-barang mewah dan jajan berlebihan, bukan untuk kebutuhan yang sebenarnya seperti membeli buku untuk sekolah. Ini menunjukkan bahwa Rafi tidak bersyukur dan tidak memanfaatkan rezeki yang diberikan Allah dengan bijak.
    2. Apa dampak negatif dari gaya hidup berfoya-foya bagi dirinya dan lingkungannya?
    Dampak negatif dari gaya hidup berfoya-foya bagi Rafi adalah:
    - Menghabiskan uang untuk hal yang tidak penting dan tidak bermanfaat.
    - Tidak memiliki uang untuk kebutuhan yang sebenarnya.
    - Mengembangkan sifat boros dan tidak bertanggung jawab.
    Bagi lingkungannya, dampak negatifnya adalah:
    - Membuat teman-temannya terbiasa dengan gaya hidup mewah dan boros.
    - Membuat mereka merasa tidak puas dengan apa yang mereka miliki.
    3. Bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dalam menggunakan harta?
    Seorang muslim seharusnya menggunakan harta dengan bijak dan bertanggung jawab, dengan memprioritaskan kebutuhan yang sebenarnya dan tidak boros. Mereka juga harus bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah dan menggunakan harta untuk kebaikan dan amal shaleh.
    4. Sebutkan dalil (ayat/hadis) yang melarang hidup berfoya-foya.
    Dalil yang melarang hidup berfoya-foya adalah:
    - "Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan." (QS. Al-Isra: 26-27)
    - "Makan dan minumlah, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi." (QS. Al-A'raf: 31)
    5. Apa langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi?
    Langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi adalah:
    - Membuat skala prioritas kebutuhan dan menggunakan uang saku untuk kebutuhan yang sebenarnya.
    - Menghindari membeli barang-barang yang tidak penting dan tidak bermanfaat.
    - Menggunakan uang saku untuk amal shaleh dan membantu orang lain.
    - Berusaha untuk hidup sederhana dan tidak boros.
    - Meningkatkan kesadaran diri dan introspeksi diri untuk menjadi lebih baik.
    📌 Studi Kasus 2: Riya'
    1. Mengapa sikap Sinta disebut sebagai riya’?
    Sikap Sinta disebut sebagai riya’ karena ia melakukan sedekah dengan tujuan untuk dipuji oleh orang lain, bukan semata-mata karena Allah. Ia mencari perhatian dan pengakuan dari orang lain melalui sedekahnya.
    2. Apa perbedaan antara bersedekah ikhlas karena Allah dengan bersedekah karena ingin dipuji?
    Bersedekah ikhlas karena Allah dilakukan dengan tujuan untuk mencari ridho Allah dan membersihkan harta, sedangkan bersedekah karena ingin dipuji dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan pujian dan pengakuan dari orang lain.
    3. Apa bahaya riya’ bagi amal seseorang?
    Riya’ dapat membatalkan amal seseorang dan membuatnya tidak mendapatkan pahala di akhirat. Riya’ juga dapat membuat seseorang menjadi sombong dan merasa dirinya lebih baik dari orang lain.
    4. Bagaimana pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya’?
    Islam sangat melarang riya’ dan menganggapnya sebagai perbuatan syirik yang dapat membatalkan amal. Allah tidak menerima amal yang disertai dengan riya’, karena amal tersebut tidak ikhlas karena Allah.
    5. Bagaimana cara agar kita bisa terhindar dari sifat riya’?
    Beberapa cara untuk terhindar dari sifat riya’ adalah:
    - Melakukan amal dengan ikhlas karena Allah semata-mata.
    - Tidak mencari pujian atau pengakuan dari orang lain.
    - Menyembunyikan amal kebaikan.
    - Berdoa kepada Allah untuk menjaga hati dari riya’.
    - Meningkatkan kesadaran diri dan introspeksi diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 📌 Studi Kasus 3: Sum’ah

      1. Mengapa sikap Ahmad termasuk sum’ah?

      Sikap Ahmad termasuk sum’ah karena ia melakukan ibadah membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar orang lain mendengar dan memuji suaranya, bukan semata-mata karena Allah. Ia ingin mendapatkan pengakuan dan pujian dari orang lain atas ibadahnya.

      2. Apa perbedaan sum’ah dengan riya’?

      Sum’ah dan riya’ keduanya adalah perbuatan yang dilakukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Perbedaan antara keduanya adalah:
      - Riya’ lebih umum dan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk ibadah, seperti sedekah, shalat, dan lain-lain.
      - Sum’ah lebih spesifik pada perbuatan yang dilakukan dengan tujuan agar didengar oleh orang lain, seperti membaca Al-Qur’an dengan suara keras.

      3. Bagaimana akibat dari sum’ah bagi amal seseorang di sisi Allah?

      Sum’ah dapat membatalkan amal seseorang dan membuatnya tidak mendapatkan pahala di sisi Allah. Sum’ah juga dapat membuat seseorang menjadi sombong dan merasa dirinya lebih baik dari orang lain.

      4. Apa dalil yang menjelaskan tentang larangan sum’ah?

      Dalil yang menjelaskan tentang larangan sum’ah adalah:
      - "Maka barangsiapa yang mengharapkan (balasan) dari Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan sesuatu apapun dengan Tuhannya dalam beribadah." (QS. Al-Kahfi: 110)
      - Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu semua adalah syirik kecil." Mereka bertanya, "Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Riya’." (HR. Ahmad)

      5. Bagaimana sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya?

      Ahmad sebaiknya memperbaiki niat ibadahnya dengan:
      - Melakukan ibadah dengan ikhlas karena Allah semata-mata.
      - Tidak mencari pujian atau pengakuan dari orang lain.
      - Menyembunyikan amal kebaikan.
      - Berdoa kepada Allah untuk menjaga hati dari riya’ dan sum’ah.
      - Meningkatkan kesadaran diri dan introspeksi diri.

      Delete
  14. Nama: Ambarwati dian pangesti
    Kelas: X_E_6

    📍studi kasus 1: Berfoya-foya
    1.)Apa kesalahan Rafi dalam menggunakan nikmat rezeki yang diberikan Allah?
    = Rafi salah karena tidak menggunakan uang yang di berikan orag tuanya,untuk hal hal yang yang bermanfaat seperti kebutuhan sekolah. Dia malah menghambur hamburkan harinya.
    2. )Apa dampak negatif dari gaya hidup berfoya-foya bagi dirinya dan lingkungannya?
    = Menyebabkan boros, tidak bersyukur, sulit menabung, jauh dari keberkahan.
    3.)Bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dalam menggunakan harta?
    = Seorang muslim seharusnya bersikap bijak terhadap harta, harta harus di gunakan untuk hal hal yang bermanfaat
    4.) Sebutkan dalil (ayat/hadis) yang melarang hidup berfoya-foya.
    =Al-Qur’an
    o “Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (Q.S. Al-Isrā’: 27
    · Hadis: Rasulullah SAW bersabda:
    “Makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah tanpa berlebih-lebihan (isrāf) dan tanpa kesombongan.” (HR. Abu Daud)
    5.) Apa langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi?
    =-Menabung sebagian uangnya untuk keperluan mendesak atau investasi masa depan.
    - Mengurangi kegiatan konsumtif yang tidak perlu.


    📍studi kasus 2:riya'
    1. )Mengapa sikap Sinta disebut sebagai riya’?
    =Sikap Sinta disebut riya' karena ia bersedekah bukan karena Allah, melainkan untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Selain itu, ia jarang bersedekah ketika tidak ada orang yang melihat.

    2.) Apa perbedaan antara bersedekah ikhlas karena Allah dengan bersedekah karena ingin dipuji?
    =Sedekah ikhlas didasarkan pada ketulusan hati untuk mencari rida Allah, sedangkan sedekah karena ingin dipuji (riya) didorong oleh motivasi duniawi.
    3.) Apa bahaya riya’ bagi amal seseorang?
    =Riya' dapat menghapus pahala amal seseorang. Allah tidak menerima amal yang dilakukan dengan niat riya'.

    4. )Bagaimana pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya’?
    =Dalam Islam, amal yang disertai riya' sangat dicela. Riya' dianggap sebagai salah satu bentuk syirik kecil yang dapat merusak keimanan seseorang.
    5.) Bagaimana cara agar kita bisa terhindar dari sifat riya’?
    =- Memperbaiki niat dalam beramal, yaitu semata-mata karena Allah.
    - Menjaga kerahasiaan amal ibadah.

    📍studi kasus 3 : sum'ah


    1.)Mengapa sikap Ahmad termasuk sum’ah?
    =Sikap Ahmad termasuk sum'ah karena ia membaca Al-Qur'an dengan suara keras di masjid bukan semata-mata karena Allah, melainkan agar orang-orang memuji suaranya yang merdu. Ia ingin amalnya didengar dan diakui oleh orang lain. Jika tidak ada orang yang mendengar, ia jarang membaca Al-Qur'an.

    2.) Apa perbedaan sum’ah dengan riya’?
    =riya adalah tindakan memperlihatkan ibadah saat atau sebelum melakukannya agar dilihat orang lain, sedangkan sum'ah adalah tindakan memberitahukan atau menceritakan amalan setelah selesai dilakukan agar terdengar oleh orang lain.
    3.) Bagaimana akibat dari sum’ah bagi amal seseorang di sisi Allah?
    =Akibat dari sum'ah bagi amal seseorang adalah amal tersebut menjadi sia-sia dan tidak diterima oleh Allah. Allah hanya menerima amal yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena-Nya. Sum'ah dapat menghapus pahala amal dan bahkan mendatangkan dosa.
    4.) Apa dalil yang menjelaskan tentang larangan sum’ah?
    =Ayat Al-Qur'an
    Q.S Al-Baqarah ayat 264: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu merusak (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia...".
    ."
    5. )Bagaimana sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya?
    =- Ahmad harus meluruskan niatnya dalam membaca Al-Qur'an, yaitu semata-mata karena Allah.

    ReplyDelete
  15. Nama : Elisa Ariyanti
    Kelas : X.E_6

    📌Studi Kasus 1: Berfoya-foya
    1.Apa kesalahan Rafi dalam menggunakan nikmat rezeki yang di berikan Allah?
    ➡️Kesalahan Rafi adalah berfoya foya menggunakan uang saku tambahan dari orang tuanya,yaitu ia malah membelanjakan uang saku tambahan itu untuk hal hal yang tidak penting.

    2.Apa dampak negatif dari gaya hidup berfoya-foya bagi dirinya dan lingkungannya?
    ➡️Dampak negatif bagi dirinya adalah Rafi menjadi tidak bisa membeli buku yang di butuhkannya karena uangnya sudah habis ia gunakan untuk hal-hal yang tidak perlu,dampak negatif bagi lingkungannya adalah,ia memberikan contoh yang buruk kepada teman-temannya dalam menggunakan uang.

    3.Bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dalam menggunakan harta?
    ➡️Menggunakan hartanya untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan skala prioritasnya,dan menggunakannya secara bijak serta tidak menggunakan hartanya untuk membeli hal-hal yang tidak di perlukan.

    4 Sebutkan dalil (ayat/hadis) yang melarang hidup berfoya-foya!
    ➡️Al-Qur'an Surat al-Isra' ayat 26-27
    Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 180  Hadis Riwayat Abu Daud,yaitu Rasulullah SAW
    bersabda:
    “Makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah tanpa berlebih-lebihan (isrāf) dan tanpa kesombongan.” 

    5.Apa langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi?
    ➡️Jika mendapatkan uang saku tambahan dari orang tuanya lagi,dia harus menggunakannya untuk hal-hal yang memang ia butuhkan dan bukan untuk hal-hal yang tidak penting.

    📌Studi Kasus 2 : Riya'
    1.Mengapa sika Sinta didebut sebagai riya'?
    ➡️Karena ia bersedekah dengan tujuan agar dilihat dan dipuji oleh orang lain bukan karena Allah SWT,sepert yang dijelaskan pada teks bahwa Sinta selalu menceritakan sedekahnya kepada orang lain agar dipuji,dan sering mengunggah foto atau video setiap kali membantu orang di media sosial agar mendapat komentar baik serta jarang bersedekah jika tidak ada yang melihat.

    2.Apa perbedaan antara bersedekah ikhlas karena Allah dengan bersedekah karena ingin di puji?
    ➡️Perbedaannya terletak pada niat.Sedekah yang ikhlas pasti di lakukan dengan niat mengharapkan ridha Allah SWT,sedangkan sedekah karena ingin di puji dilakukan dengan niat untuk mendapatkan pujian dari orang lain.

    3.Apa bahaya riya' bagi amal seseorang?
    ➡️Bahaya riya' bagi amal seseorang adalah dapat merusak atau menghapus pahala amal tersebut.

    4.Bagaimana pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya'?
    ➡️Pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya' adalah amal tersebut tidak diterima oleh Allah SWT.

    5.Bagaimana cara agar kita bisa terhindar dari sifat riya'?
    ➡️1.Meluruskan niat.
    2.Menyadari bahwa diri kita adalah hamba Allah SWT.
    3.Memohon pertolongan Allah SWT.
    4.Memperbanyak rasa syukur.
    5.Memperbanyak ingan kematian.
    6.Membiasakan hidup sederhana.

    📌Studi Kasus 3 : Sum'ah
    1.Mengapa sifat Ahmad termasuk sum'ah?
    ➡️Karena ia membaca Al-Qur'an dengan tujuan bukan hanya untuk beribadah dan karena Allah SWT,tetapi juga dengan tujuan agar didengar oleh orang lain dan mendapat pujian dari orang lain.

    2.Apa perbedaan sum'ah dengan riya'?
    ➡️Sum'ah yaitu memberitahukan atau memperdengarkan amal ibadah yang dilakukan kepada orang lain agar dirinya mendapat pujian atau sanjungan,Sedangkan riya' yaitu melakukan ibadah dengan niat supaya mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain.

    3.Bagaimana akibat dari sum'ah bagi amal seseorang di sisi Allah?
    ➡️Amal perbuatan yang dilakukan tidak akan diterima oleh Allah SWT karena niatnya tidak ikhlas atau dengan kata lain amal yang dilakukan akan sia-sia disisi Allah SWT.

    4.Apa dalil yang menjelaskan tentang larangan sum'ah?
    ➡️Hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,
    Rasulullah SAW bersabda :
    Artinya:"Barangsiapa yang beramal ingin dilihat maka Allah akan tampakkan amalan riya itu dan barangsiapa yang beramal dengan sum'ah,maka Allah akan bongkar pula amalan sum'ah tersebut."

    5.Bagaimana sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya?
    ➡️Sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya dengan cara berniat bahwa ia membaca Al-Qur'an semata-mata hanya karena Allah SWT.

    ReplyDelete
  16. Nama : Dwi Maya Viviani
    Kelas : X.E.6

    📌Studi Kasus 1: Berfoya-foya
    1. rafi tidak memiliki rasa syukur yang diwujudkan dalam pengelolaan harta yang bijaksana dan bertanggung jawab.
    2. kesulitan keuangan,hati yang tidak tenang, kerugian akhirat bagi lingkungan pengurangan kepedulian,kesenjangan sosial
    3. seorang muslim harus bersikap seimbang,bijaksana, dan bertanggung jawab dalam menggunakan harta
    4. dalil larangan hidup berfoya foya terdapat dalam al-qur'an surah al-isra ayat 27
    5. memperkuat ibadah dan rasa bersyukur, meningkatkan kesadaran spiritual

    📌Studi Kasus 2: Riya’
    1. karena niat utama dia melakukan sedekah amal kebaikan telah bergeser dari mencari keridaan allah swt menjadi mencari pujian, sanjungan, dan pengakuan dari manusia.
    2. sedekah yang ikhlas berorientasi pada ridha Allah, sementara sedekah yang didasari keinginan dipuji (riya) berorientasi pada pujian manusia
    3. menghapus/membatalkan pahala amal, mendapatkan siksaan di akhirat
    4. ditolak/ tidak diterima, merupakan perbuatan tercela, kerugian mutlak
    5. memperbaiki dan meluruskan niat, berdoa dan memohon perlindungan, memahami hakikat dan dunia akhirat

    📌Studi Kasus 3: Sum’ah
    1. sikap ahmad termasuk sum'ah karena ia melakukan ibadah (membaca Al-Qur'an) dengan tujuan agar didengar oleh orang lain, yaitu agar orang-orang memuji suaranya yang merdu ini terlihat jelas dari kalimat: "niatnya bukan hanya untuk beribadah, melainkan agar orang-orang memuji suaranya yang merdu. Jika tidak ada orang yang mendengar, ia jarang membaca Al-Qur'an. "Sum'ah adalah tindakan memperdengarkan amalan kepada orang lain agar mendapat sanjungan atau pujian.
    2. riya adalah memamerkan amalan secara langsung agar terlihat oleh orang lain (saat beramal), sedangkan sum'ah adalah menceritakan atau memperdengarkan amalan yang sudah dilakukan agar mendapat pujian (setelah beramal).
    3. mendapat balasan buruk di akhirat, menghilangkan atau merusak pahala amal
    4. "siapa yang memperdengarkan amalannya (kepada orang lain), Allah akan memperdengarkan (bahwa amal tersebut bukan untuk Allah). Dan siapa saja yang ingin mempertontonkan amalnya, maka Allah akan mempertontonkan aibnya (bahwa amalan tersebut bukan untuk Allah)"
    5. menyadari bahaya sum'ah, memperbanyak do'a, meluruskan niat (ikhlas)

    ReplyDelete
  17. Nama: Ahmad Setiawan Fadillaturrohman
    Kelas : XE_6

    Studi Kasus 1: Berfoya-foya

    1. Rafi salah karena pakai uangnya buat hal yang nggak penting. Harusnya uang itu dipakai buat keperluan sekolah, tapi malah dihabiskan untuk jajan dan beli barang mewah. Itu tandanya dia belum bisa bersyukur atas rezeki yang Allah kasih.

    2.Kalau suka berfoya-foya, nanti uang cepat habis dan pas butuh malah nggak punya. Bisa juga bikin dia boros dan nggak terbiasa hidup hemat. Buat lingkungannya, orang lain bisa iri atau malah ikut-ikutan gaya hidup boros juga.

    3. Seorang muslim harusnya bijak dan sederhana. Gunakan uang buat hal yang bermanfaat, jangan berlebihan. Kalau bisa, sisihkan juga buat ditabung atau bantu orang lain yang butuh.

    4. “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara-saudara setan.”
    (QS. Al-Isra: 26–27)

    5. Rafi sebaiknya belajar ngatur uang. Bedain mana yang penting dan mana yang cuma keinginan. Lebih baik uangnya disimpan buat kebutuhan sekolah atau ditabung, biar kalau butuh nggak bingung lagi.



    Studi Kasus 2: Riya’

    1. Sikap Sinta disebut riya’ karena ia melakukan sedekah bukan semata-mata karena Allah, melainkan agar dipuji oleh orang lain. Ia ingin terlihat baik di hadapan manusia, bukan mencari ridha Allah.

    2. Bersedekah karena Allah dilakukan dengan niat tulus tanpa mengharapkan pujian atau imbalan. Sedangkan bersedekah karena ingin dipuji dilakukan agar mendapatkan perhatian dan pengakuan dari orang lain, bukan karena dorongan keimanan.

    3. Riya’ dapat menghapus pahala amal seseorang karena niatnya tidak lagi murni untuk beribadah kepada Allah. Selain itu, riya’ juga bisa membuat seseorang sombong dan kehilangan keikhlasan dalam berbuat baik.

    4.Islam memandang bahwa amal yang disertai riya’ tidak akan diterima oleh Allah. Riya’ termasuk perbuatan syirik kecil karena seseorang menjadikan manusia sebagai tujuan dari amalnya, bukan Allah semata.

    5. Cara agar terhindar dari riya’ adalah dengan selalu meluruskan niat sebelum beramal, memperbanyak amal secara tersembunyi, dan berdoa agar Allah meneguhkan keikhlasan dalam hati. Selain itu, kita perlu menyadari bahwa hanya Allah yang berhak menilai amal perbuatan kita.


    Studi kasus 3: Sum'ah


    ​1.​Karena niat utamanya adalah agar didengar dan dipuji orang lain, bukan karena Allah. Buktinya, ia malas beribadah jika tidak ada yang mendengar.

    ​2. ​Sum’ah: Ingin didengar orang. (Contoh: Mengeraskan zikir/bacaan Quran agar dipuji).
    ​Riya’: Ingin dilihat orang. (Contoh: Memperpanjang salat saat ada yang melihat).
    ​Singkatnya: Sum’ah itu pamer lewat suara, Riya’ pamer lewat perbuatan yang terlihat.

    ​3.​Amalannya terhapus dan sia-sia di sisi Allah. Perbuatan ini tergolong syirik kecil, dan pelakunya akan dipermalukan oleh Allah di hari kiamat dengan membongkar niat busuknya.

    ​4. ​Hadis Nabi Muhammad Saw
    "Barangsiapa memperdengarkan (amalnya), maka Allah akan memperdengarkan aibnya. Dan barangsiapa memperlihatkan (amalnya), maka Allah akan memperlihatkan aibnya." (HR. Bukhari & Muslim).
    ​Intinya, apa yang kamu pamerkan akan menjadi senjata makan tuan di akhirat.

    ​5. ​Ikhlaskan Niat: Luruskan kembali tujuan ibadah hanya untuk Allah, bukan untuk pujian.
    ​Beramal Sembunyi-sembunyi: Latih diri untuk tetap beribadah (misalnya membaca Al-Qur'an) saat sendirian. Ini adalah cara terbaik melatih keikhlasan.
    ​Berdoa: Minta pertolongan Allah agar dihindarkan dari penyakit hati seperti sum’ah dan riya’.
    ​Ingat Konsekuensinya: Sadari bahwa pujian manusia tidak ada nilainya dibandingkan murka dan pahala dari Allah.

    ReplyDelete
  18. nama :elsa yulianti
    Kelas:X.E.6
    Apa kesalahan Rafi dalam menggunakan nikmat rezeki yang diberikan Allah?
    = Rafi salah karena tidak menggunakan uang yang di berikan orag tuanya,untuk hal hal yang yang bermanfaat seperti kebutuhan sekolah. Dia malah menghambur hamburkan harinya.
    2. )Apa dampak negatif dari gaya hidup berfoya-foya bagi dirinya dan lingkungannya?
    = Menyebabkan boros, tidak bersyukur, sulit menabung, jauh dari keberkahan.
    3.)Bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dalam menggunakan harta?
    = Seorang muslim seharusnya bersikap bijak terhadap harta, harta harus di gunakan untuk hal hal yang bermanfaat
    4.) Sebutkan dalil (ayat/hadis) yang melarang hidup berfoya-foya.
    =Al-Qur’an
    o “Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (Q.S. Al-Isrā’: 27
    · Hadis: Rasulullah SAW bersabda:
    “Makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah tanpa berlebih-lebihan (isrāf) dan tanpa kesombongan.” (HR. Abu Daud)
    5.) Apa langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi?
    =-Menabung sebagian uangnya untuk keperluan mendesak atau investasi masa depan.
    - Mengurangi kegiatan konsumtif yang tidak perlu.


    📍studi kasus 2:riya'
    1. )Mengapa sikap Sinta disebut sebagai riya’?
    =Sikap Sinta disebut riya' karena ia bersedekah bukan karena Allah, melainkan untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Selain itu, ia jarang bersedekah ketika tidak ada orang yang melihat.

    2.) Apa perbedaan antara bersedekah ikhlas karena Allah dengan bersedekah karena ingin dipuji?
    =Sedekah ikhlas didasarkan pada ketulusan hati untuk mencari rida Allah, sedangkan sedekah karena ingin dipuji (riya) didorong oleh motivasi duniawi.
    3.) Apa bahaya riya’ bagi amal seseorang?
    =Riya' dapat menghapus pahala amal seseorang. Allah tidak menerima amal yang dilakukan dengan niat riya'.

    4. )Bagaimana pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya’?
    =Dalam Islam, amal yang disertai riya' sangat dicela. Riya' dianggap sebagai salah satu bentuk syirik kecil yang dapat merusak keimanan seseorang.
    5.) Bagaimana cara agar kita bisa terhindar dari sifat riya’?
    =- Memperbaiki niat dalam beramal, yaitu semata-mata karena Allah.
    - Menjaga kerahasiaan amal ibadah.

    📍studi kasus 3 : sum'ah


    1.)Mengapa sikap Ahmad termasuk sum’ah?
    =Sikap Ahmad termasuk sum'ah karena ia membaca Al-Qur'an dengan suara keras di masjid bukan semata-mata karena Allah, melainkan agar orang-orang memuji suaranya yang merdu. Ia ingin amalnya didengar dan diakui oleh orang lain. Jika tidak ada orang yang mendengar, ia jarang membaca Al-Qur'an.

    2.) Apa perbedaan sum’ah dengan riya’?
    =riya adalah tindakan memperlihatkan ibadah saat atau sebelum melakukannya agar dilihat orang lain, sedangkan sum'ah adalah tindakan memberitahukan atau menceritakan amalan setelah selesai dilakukan agar terdengar oleh orang lain.
    3.) Bagaimana akibat dari sum’ah bagi amal seseorang di sisi Allah?
    =Akibat dari sum'ah bagi amal seseorang adalah amal tersebut menjadi sia-sia dan tidak diterima oleh Allah. Allah hanya menerima amal yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena-Nya. Sum'ah dapat menghapus pahala amal dan bahkan mendatangkan dosa.
    4.) Apa dalil yang menjelaskan tentang larangan sum’ah?
    =Ayat Al-Qur'an
    Q.S Al-Baqarah ayat 264: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu merusak (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia...".
    ."
    5. )Bagaimana sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya?
    =- Ahmad harus meluruskan niatnya dalam membaca Al-Qur'an, yaitu semata-mata karena Allah.

    Reply

    ReplyDelete
  19. Nama:Icha revaeza Kurnia putri
    Kelas: X.E.6

    Studi kasus 1 : berfoya foya

    1.apa kesalahan Rafi dalam menggunakan nikmat rezeki yg di berikan Allah?
    : Rafi tidak menggunakan uang untuk kebutuhan sekolah tetapi untuk berbelanja hal tidak pentin 2. Apa dampak negatif dari gaya hidup berfoya foya?
    : sulit menabung,muncul rasa iri
    3.bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dalam menggunakan harta?
    : tidak berlebihan,dan menggunakan harta sesuai kebutuhan
    4.sebutkan dalil (ayat/hadis) yg melarang hidup berfoya foya?
    :(Q.S. Al-isra:27)
    5.apa langkah perbaikan yg bisa di lakukan Rafi?
    : tidak mengulang kesalahan tersebut, menggunakan uang sesuai kebutuhan

    Studi kasus 2: riya'

    1.mengapa sikap Sinta di sebut sebagai ria'?
    : karna ketika ia bersedekah selalu menceritakan sedekahnya pada orang lain
    2.apa perbedaan antara bersedekah ikhlas karna Allah SWT dengan bersedekah karna ingin di puji?
    : bersedekah karna Allah tujuan nya mencari Rida Allah SWT sedangkan bersedekah ingin di puji tujuan nya mendapat sanjungan/ pujian
    3.Apa bahaya riya' bagi amal seseorang?
    :amal ibadahnya tidak di terima Allah,merusak hati, menimbulkan kemunafikan
    4.bagaimana pandangan Islam terhadap amal yg di sertai ria'?
    : sangat di benci Allah SWT dan dianggap sebagai dosa besar
    5.bagaimana cara agar terhindar dari sifat riya'?
    :* meluruskan niat sebelum beramal
    *Menyembunyikan amal kebaikan bila memungkinkan

    Studi kasus 3: sum'ah

    1.mengapa sikap Ahmad termasuk sum'ah?
    : karna niat Ahmad bukan hanya beribadah melainkan agar orang memuji suaranya
    2.apa perbedaan sum'ah dengan riya'?
    Sum'ah berkaitan yg dapat di dengar sedangkan riya' berkaitan dengan yg dapat di lihat
    3.bagaimana akibat dari sum'ah bagi amal seseorang di sisi Allah?
    : hilang nilai pahala tertolaknya amal tersebut
    4.apa dalil yg menjelaskan tentang larangan sum'ah?
    : Al Baqarah ayat 264 dan An Nisa ayat 142
    5.bagaimana sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadah?
    : tidak menceritakan amal kebaikan untuk mendapat pujian

    ReplyDelete
  20. Nama:Ihkfan Askia
    Kelas:X.E.6


    Studi Kasus 1: Berfoya-foya

    1. Kesalahan Rafi adalah menggunakan rezeki dari Allah untuk hal-hal yang tidak bermanfaat seperti membeli barang mewah dan jajan berlebihan, bukan untuk kebutuhan penting seperti sekolah.
    2. Dampak negatifnya yaitu uang cepat habis, muncul sifat boros dan sombong, serta bisa membuat orang lain iri dan menimbulkan kecemburuan sosial di sekitarnya.
    3. Seorang muslim seharusnya menggunakan harta secara bijak, sederhana, tidak berlebihan, dan selalu bersyukur kepada Allah.
    4. Dalilnya terdapat dalam QS. Al-Isra: 27, “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan.”
    5. Langkah perbaikan Rafi yaitu bertobat kepada Allah, belajar mengatur keuangan dengan baik, hidup sederhana, menabung, dan menggunakan uang untuk hal yang bermanfaat seperti belajar dan bersedekah.

    Studi Kasus 2: Riya’

    1. Sikap Sinta disebut riya’ karena ia bersedekah agar dipuji dan dikenal orang lain, bukan karena mencari ridha Allah.
    2. Sedekah ikhlas dilakukan dengan niat karena Allah semata, sedangkan sedekah riya’ dilakukan agar dilihat dan dipuji oleh manusia.
    3. Bahaya riya’ adalah amal menjadi sia-sia, tidak diterima Allah, dan bisa termasuk syirik kecil karena menyekutukan Allah dalam niat.
    4. Islam memandang riya’ sebagai perbuatan tercela yang dapat menghapus pahala amal kebaikan karena niatnya tidak murni.
    5. Cara agar terhindar dari riya’ adalah meluruskan niat sebelum beramal, menyembunyikan amal kebaikan, tidak mencari pujian, dan selalu berdoa agar diberi keikhlasan.

    Studi Kasus 3: Sum’ah

    1. Sikap Ahmad termasuk sum’ah karena membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar didengar dan dipuji orang lain, bukan karena ibadah kepada Allah.
    2. Perbedaan sum’ah dan riya’ adalah riya’ ingin dilihat orang, sedangkan sum’ah ingin didengar dan dipuji karena suaranya.
    3. Akibat dari sum’ah adalah amal tidak diterima oleh Allah karena niatnya tidak ikhlas, sehingga tidak mendapat pahala.
    4. Dalil tentang larangan sum’ah adalah sabda Rasulullah ﷺ: “Barang siapa beramal karena ingin didengar manusia (sum’ah), maka Allah akan memperdengarkan kehinaannya.” (HR. Muslim)
    5. Ahmad sebaiknya memperbaiki niat ibadahnya dengan membaca Al-Qur’an hanya karena Allah, tidak mencari pujian, memperbanyak dzikir, dan selalu introspeksi agar amalnya diterima.

    ReplyDelete
  21. Nama : Almira Khairuna Nur Jaharah
    Kelas : X. E6
    📌 *studi kasus 1: berfoya - foya*
    1.alih-alih menggunakan uang itu untuk kebutuhan sekolah, ia justru membelanjakannya untuk hal-hal yang tidak penting, seperti membeli barang-barang mewah, jajan berlebihan, dan mentraktir teman-temannya hanya untuk dianggap gaul.
    2.dampak berfoya-foya menyebabkan boros, tidak bersyukur, sulit menabung, jauh dari keberkahan.
    3.seorang muslim harus bijak, hemat, dan menggunakan harta sesuai kebutuhan serta memperbanyak sedekah dan menolong sesama.
    4.“Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (Q.S. Al-Isrā’: 27)
    5.Rafi harus belajar mengatur keuangan, hidup sederhana, menabung, dan menggunakan hartanya untuk hal-hal bermanfaat serta bersedekah dengan ikhlas.

    📌 *studi kasus 2 : riya*
    1.karena ia selalu menceritakan sedekahnya kepada orang lain agar dipuji. Bahkan, ia sering mengunggah foto atau video setiap kali membantu orang di media sosial dengan tujuan mendapat komentar baik. Padahal, ketika tidak ada orang yang melihat, ia jarang sekali bersedekah.
    2.terletak pada niat dan motivasinya. Sedekah ikhlas berorientasi pada ridha Allah semata, sementara sedekah karena ingin dipuji (riya) berorientasi pada pengakuan dan penghargaan dari manusia.
    3.menghancurkan nilai amal karena dapat menghapus pahala dan membuatnya tidak diterima Allah SWT
    4.Islam menganggapnya sebagai syirik kecil yang membatalkan pahala amal. Rasulullah SAW bersabda:
    “Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’.” (HR. Ahmad).
    5.Meluruskan niat sebelum beramal.

    o Menyembunyikan amal kebaikan bila memungkinkan.

    o Menyadari bahwa pahala hanya dari Allah.

    📌 *studi kasus 3 : sum’ah*
    1.karena niatnya bukan hanya untuk beribadah, melainkan agar orang-orang memuji suaranya yang merdu. Jika tidak ada orang yang mendengar, ia jarang membaca Al-Qur’an. Akhirnya, sebagian temannya menyadari bahwa tujuan Ahmad lebih banyak karena ingin didengar, bukan semata karena Allah.
    2.riya adalah memamerkan amalan secara langsung agar terlihat oleh orang lain (saat beramal), sedangkan sum'ah adalah menceritakan atau memperdengarkan amalan yang sudah dilakukan agar mendapat pujian (setelah beramal).
    3.amal ibadah tidak diterima Allah, merusak hati, menimbulkan kemunafikan.
    4.Rasulullah SAW bersabda:
    “Barang siapa yang beramal karena sum’ah (ingin didengar orang), maka Allah akan memperdengarkan (aib)nya di hadapan makhluk pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
    5.Ahmad harus meluruskan niat hanya karena Allah, membaca Al-Qur’an dengan keikhlasan, dan tidak peduli pada pujian manusia.

    ReplyDelete
  22. Nama: Valen Febi Maharani
    Kelas: X.e.6
    📌 Studi Kasus 1: Berfoya-foya

    1. Apa kesalahan Rafi dalam menggunakan nikmat rezeki yang diberikan Allah? Rafi menggunakan uang kebutuhan sekolah untuk membelanjakan hal yang tidak penting


    2. Apa dampak negatif dari gaya hidup berfoya-foya bagi dirinya dan lingkungannya? Rafi tidak punya uang untuk kebutuhan sekolah karena uangnya sudah habis ia sia-siakan. Dan takutnya teman temannya akan meniru perbuatan Rafi, menggunakan uang kebutuhan untuk hal-hal yang tidak penting.

    3. Bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dalam menggunakan harta? bersyukur, mengutamakan kebutuhan daripada keinginan, tidak berfoya-foya.

    4. Sebutkan dalil (ayat/hadis) yang melarang hidup berfoya-foya. Surah Al-Isra' ayat 26: "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros". Surah Al-Isra' ayat 27 "Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya".

    5. Apa langkah perbaikan yang bisa dilakukan Rafi? Tidak membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak penting lagi dan mengutamakan memenuhi kebutuhan terlebih dahulu
    📌 Studi Kasus 2: Riya’

    1. Mengapa sikap Sinta disebut sebagai riya’? Karena Sinta bersedekah dengan tujuan ingin dilihat dan dipuji manusia.

    2. Apa perbedaan antara bersedekah ikhlas karena Allah dengan bersedekah karena ingin dipuji? Bersedekah karena Allah semata-mata hanya mengharap ridho dan pahala dari-Nya sedangkan bersedekah karena manusia hanya berharap mendapat pengakuan dan pujian dari manusia.

    3. Apa bahaya riya’ bagi amal seseorang? Menghapus amal shalih, pahala dan nilai ibadahnya.

    4. Bagaimana pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya’? dapat dianggap sebagai dosa besar.

    5. Bagaimana cara agar kita bisa terhindar dari sifat riya’? tidak menceritakan atau memberitahu kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain.
    📌 Studi Kasus 3: Sum’ah

    1. Mengapa sikap Ahmad termasuk sum’ah? membaca Al-Qur'an dengan tujuan mendapatkan pujian dari orang karena suaranya yang merdu.

    2. Apa perbedaan sum’ah dengan riya’? Riya': Berasal dari kata "ra'a" (melihat) yang berarti melakukan amal agar dilihat orang lain, contohnya bersedekah dengan nominal besar di hadapan umum agar dipuji sebagai orang dermawan. Sum'ah: Berasal dari kata "sami'a" (mendengar) yang berarti melakukan amal agar diketahui orang lain dan mendapatkan pujian.

    3. Bagaimana akibat dari sum’ah bagi amal seseorang di sisi Allah? menghapus amal amal baik, mendapatkan dosa.

    4. Apa dalil yang menjelaskan tentang larangan sum’ah? Hadis yang Diriwayatkan Ahmad dan Ath-Thabrani: "Barangsiapa yang memperdengarkan amalnya kepada manusia (sum'ah) niscaya Allah akan memperdengarkan niatnya itu kepada seluruh makhluk-Nya, dan Allah akan menghinakan serta merendahkan orang itu

    5. Bagaimana sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya? tidak lagi memamerkan bacaan Alquran demi mendapatkan pujian dari orang lain.

    ReplyDelete
  23. Nama.: Intan amelia
    Kelas : X.E.6

    📌 Studi Kasus 1: Berfoya-foya


    1. Kesalahan Rafi adalah membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang tidak penting dan berlebihan, seperti membeli barang mewah, jajan berlebihan, dan mentraktir teman-teman hanya untuk dianggap "gaul". Seharusnya ia menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan sekolah, seperti membeli buku.

    2. Dampak negatif bagi dirinya:
    •Tidak memiliki uang untuk kebutuhan yang penting (seperti membeli buku).
    •Mengeluh ketika uangnya habis.
    •Tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
    •Dapat terjerumus dalam gaya hidup hedonisme.
    Dampak negatif bagi lingkungannya:
    •Dapat memengaruhi teman-temannya untuk ikut-ikutan gaya hidup yang sama.
    •Tidak memberikan contoh yang baik dalam mengelola keuangan.

    3. Seorang muslim seharusnya bersikap bijak dalam menggunakan harta dengan cara:
    •Mencatat pendapatan dan pengeluaran.
    •Memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan.
    •Menabung dan berinvestasi.
    Menghindari kebiasaan buruk dalam berbelanja.
    •Menggunakan harta untuk hal-hal yang bermanfaat dan sesuai dengan ajaran agama.

    4. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (Q.S. Al-Isrā’: 27).

    5. Membuat prioritas kebutuhan, mendahulukan hal-hal yang penting seperti kebutuhan sekolah.
    Menabung sebagian uang sakunya untuk keperluan mendesak atau masa depan.
    Mengurangi kebiasaan jajan dan membeli barang yang tidak penting.
    Meminta maaf kepada orang tuanya dan berjanji untuk lebih bijak dalam mengelola uang.


    📌 Studi Kasus 2: Riya

    1. Sikap Sinta disebut sebagai riya' karena ia melakukan sedekah dengan tujuan agar dilihat dan dipuji oleh orang lain, bukan karena Allah SWT.
    2. Bersedekah ikhlas karena Allah: Niatnya murni hanya untuk mencari ridha Allah, tanpa mengharapkan pujian atau imbalan dari manusia. Orang yang ikhlas akan merasa tenang dan tidak perlu menceritakan amalnya kepada orang lain.
    Bersedekah karena ingin dipuji (riya'): Niatnya adalah untuk mendapatkan pujian, pengakuan, atau sanjungan dari orang lain. Orang yang riya' sering kali memamerkan amalnya, seperti mengunggah foto atau video di media sosial, agar mendapat komentar baik.
    3. Bahaya riya' bagi amal seseorang adalah dapat menghapus pahala amal tersebut.
    4. Pandangan Islam terhadap amal yang disertai riya' adalah amal tersebut tidak akan diterima oleh Allah SWT.
    5. Menghindari Riya
    •Meluruskan niat sebelum beramal.
    •Menyembunyikan amal kebaikan bila memungkinkan.
    •Menyadari bahwa pahala hanya dari Allah.


    📌 Studi Kasus 3: Sum’ah


    1. Sikap Ahmad termasuk sum'ah karena ia membaca Al-Qur'an dengan suara keras bukan semata-mata karena Allah, melainkan agar orang lain memuji suaranya yang merdu. Niatnya beribadah bercampur dengan keinginan untuk didengar dan dipuji oleh orang lain.
    2. Riya’ adalah melakukan amal ibadah atau kebaikan dengan tujuan ingin dilihat dan dipuji manusia.
    Sum’ah adalah melakukan amal ibadah dengan tujuan ingin didengar, dipuji, atau dikenal banyak orang.
    3. Akibat dari sum'ah adalah amal ibadah yang dilakukan menjadi tidak bernilai di sisi Allah, bahkan bisa menjadi dosa. Hal ini karena amal tersebut tidak dilakukan dengan niat ikhlas hanya karena Allah, melainkan untuk mencari pujian dari manusia.
    4. Dalil larangan sum'ah terdapat dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 264 dan hadis-hadis.
    5. Sebaiknya Ahmad memperbaiki niat ibadahnya dengan cara melakukan ibadah hanya karena Allah SWT semata.














    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih atas komentar dan masukan anda

Previous Post Next Post