Materi Pembelajaran tentang Aspek Ilmu Geografi kelas X
Berikut ini disajikan Materi tentang Aspek Ilmu Geografi berkaitan dengan Aspek Fisik untuk kelas X silahkan bisa dibaca dan pelajari kemudian kerjakan soal dibagian bawah📘 Materi: Aspek Ilmu Geografi
1. Pengertian Aspek Geografi
Aspek
geografi adalah sudut pandang atau cara geografi dalam mengkaji fenomena alam
maupun sosial yang terjadi di muka bumi.
Fenomena tersebut tidak hanya dilihat dari fisik saja, tetapi juga dari sosial,
budaya, ekonomi, dan politik.
2. Aspek-Aspek dalam Ilmu Geografi
a. Aspek Fisik
Mengaitkan
fenomena geografi dengan kondisi fisik alam.
- Contoh: iklim, tanah,
relief, flora, fauna, curah hujan, sungai, dan gunung.
- Kajian: Mengapa di
Indonesia curah hujan tinggi? Bagaimana pengaruh tanah vulkanik terhadap
kesuburan?
b. Aspek Sosial
Mengaitkan
fenomena geografi dengan kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.
- Contoh: pendidikan,
kesehatan, mobilitas penduduk, kepadatan penduduk, dan pola pemukiman.
- Kajian: Mengapa penduduk
cenderung tinggal di daerah dataran rendah?
c. Aspek Ekonomi
Mengkaji
kegiatan ekonomi manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
- Contoh: pertanian,
perdagangan, industri, transportasi, dan pariwisata.
- Kajian: Mengapa masyarakat
pesisir banyak bekerja sebagai nelayan?
d. Aspek Budaya
Mengkaji
hubungan antara fenomena geografi dengan kebudayaan manusia.
- Contoh: adat istiadat,
bahasa, agama, seni, dan peninggalan sejarah.
- Kajian: Bagaimana pengaruh
kondisi geografis terhadap perbedaan rumah adat di Indonesia?
e. Aspek Politik
Mengkaji
hubungan fenomena geografi dengan sistem politik dan kekuasaan.
- Contoh: batas wilayah
negara, pusat pemerintahan, konflik wilayah perbatasan.
- Kajian: Bagaimana kondisi
geografis memengaruhi pertahanan dan keamanan negara?
3. Kesimpulan
- Aspek ilmu geografi
mencakup fisik (alamiah) dan non-fisik (sosial, ekonomi,
budaya, politik).
- Semua aspek tersebut saling
berkaitan dalam menjelaskan fenomena geosfer.
- Dengan memahami aspek
geografi, kita bisa lebih bijak dalam mengelola lingkungan dan kehidupan
sosial.
Bacalah kasus berikut ini:
“Di daerah perkotaan besar seperti Jakarta,
sering terjadi banjir setiap musim hujan. Hal ini disebabkan oleh curah hujan
tinggi, alih fungsi lahan hijau menjadi pemukiman dan gedung, serta kurangnya
kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.”
Pertanyaan :
1.
Aspek fisik apa yang tampak dari
kasus tersebut?
2.
Aspek sosial apa yang terlihat?
3.
Aspek ekonomi apa yang bisa
dianalisis?
4.
Aspek budaya apa yang muncul?
5.
Bagaimana solusi dari kasus
tersebut jika ditinjau dari aspek politik/pemerintahan?
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteNama:Fitriya Nurul asma
DeleteKelas:x.e.1
1.curah hujan tinggi dan perubahan fungsi lahan hijau menjadi pemukiman dan gedung
2.kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan
3.dampak banjir terhadap kegiatan ekonomi masyarakat
4.perilaku masyarakat dalam memanfaatkan lahan hijau dan kesadaran budaya terhadap lingkungan
5.memulihkan fungsi lahan hijau, meningkatkan kesadaran masyarakat, membangun infrastruktur drainase, reboisasi,dan kebijakan tata ruang yang berkelanjutan
Nama : Fransiska Dwi Gumilang
ReplyDeleteKelas. : X_E.1
1.sering terjadi banjir setiap musim hujan. Hal ini disebabkan oleh curah hujan tinggi
2.kurangnya kesadaran masyarakat, dalam menjaga kebersihan lingkungan
3.alih fungsi lahan hijau menjadi pemukiman dan gedung
4.tidak ada
5.pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam program mitigasi banjir melalui edukasi tentang pengelolaan sampah, melibatkan warga untuk menanam pohon dan membangun sistem resapan air di pemukiman padat penduduk
Nama : Arkaan Al-Faiq Juniawan
ReplyDeleteKelas : X-E1
1. Aspek fisik >>> terlihat dari curah hujan yang tinggi, berkurangnya lahan hijau karena dialih fungsikan, pembangunan gedung, serta pemukiman yang menutupi tanah resapan .
2. Aspek sosial>>> terlihat dari aktivitas warga yang terganggu akibat banjir dan adanya kesenjangan antara masyarakat miskin dengan kaya karena yang miskin akan lebih terkena dampaknya.
3. Aspek ekonomi >>> terlihat dari kerugian materil seperti bangunan, kendaraan serta infrastruktur, juga menghambat distribusi barang karena jalan yang terhalang oleh banjir dan juga menjadi kerugian bagi pemerintah untung penanganan banjir tersebut.
4. Aspek budaya>>> terlihat sifat masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, lalu banyaknya pembangunan yang mengutamakan gedung ketimbang lahan hijau serta nilai positif yakni gotong royong untuk membersihkan lingkungan.
5. solusi:
dengan memperbaiki tata ruang kota, meningkatkan kesadaran masyarakat, mengelola anggaran secara transparan, dan menumbuhkan budaya hidup bersih serta gotong royong.
Nama : Febriyani astikasari
ReplyDeleteKelas :X.E1
1.sering terjadi banjir setiap musim hujan, hal ini disebabkan oleh curah hujan tinggi
2.kurang kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan
3.alih fungsi lahan hijau menjadi pemukiman dan gedung
4.tidak ada
5.pemerintah perlu membuat aturan tata ruang, memperbaiki drainase, menambah ruang hijau, memberi sanksi, dan mengedukasi masyarakat agar banjir berkurang.
Nama : Arthalia Dwi Susilo
ReplyDeleteKelas : X.E1
1. sering terjadi banjir karena curah hujan yang tinggi dan lahan hijau yang dialih fungsikan menjadi pemukiman dan gedung.
2. kurang kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.
3. lahan hijau yang dialih fungsikan menjadi pemukiman dan gedung
4. tidak ada
5. pemerintah perlu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memperbaiki tata ruang wilayah perkotaan agar tidak banjir terus menerus.
NAMA: TIKA PUJI LESTARI
ReplyDeleteKELAS: X E1
1. sering terjadi banjir karena curah hujan yang tinggi karena dialih fungsikan menjadi pemukiman dan gedung
2.didaerah perkotaan besar seperti Jakarta kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan
3. kerusakan bahan material bangunan yang hancur akibat terjadinya banjir. dan itu menjadi kerugian besar
4. tidak ada
5. solusi:
perlu adanya reboisasi atau penanaman hijau kembali dengan cara itu resiko terjadinya banjir akan berkurang dan kesadaran dari masyarakat yang tidak membuang sampah sembarangan
Nama: Natasya Aira Wardoyo
ReplyDeleteKelas : X-E1
1. Sering terjadi banjir setiap musim hujan penyebab karena curah hujan tinggi.
2. Ketidakpedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
3. Pengalihan fungsi lahan hijau menjadi pemukiman dan gedung.
4.Tidak ada
5. Pemerintah harus mengedukasi masyarakat untuk melakukan pembersihan lingkungan secara berkala, khususnya pembersihan saluran air. Guna meminimalisir tersumbatnya saluran oleh sampah yang menyebabkan banjir.
nama : LEANT PRATAMA
ReplyDeletekelas : X.E1
1. aspek fisik: terlihat adanya kerusakan lingkungan seperti sampah berserakan, pencemaran air/udara, dan kondisi alam yang tidak terjaga kebersihannya.
2. aspek sosial: adanya perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan, menurunnya kesehatan warga akibat lingkungan kotor, serta potensi konflik sosial karena kebiasaan buruk sebagian orang.
3. aspek ekonomi: biaya tambahan yang harus dikeluarkan pemerintah/masyarakat untuk membersihkan lingkungan, menurunnya pendapatan sektor pariwisata/pertanian jika lingkungan rusak, serta kerugian ekonomi akibat penyakit.
4. aspek budaya: kebiasaan membuang sampah sembarangan yang sudah dianggap hal biasa, kurangnya penerapan nilai budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan, dan menurunnya budaya cinta lingkungan.
5. solusi dari aspek politik/pemerintahan: pemerintah dapat membuat peraturan tegas tentang pengelolaan sampah, memberikan sanksi bagi pelanggar, menyediakan fasilitas umum untuk kebersihan, serta melakukan sosialisasi dan program kerja sama dengan masyarakat agar lebih peduli lingkungan.
Nama : Nayla khoiriah
ReplyDeleteKelas : X.E-1
1.Aspek fisik: tingginya curah hujan yang menyebabkan banjir di daerah kota besar seperti Jakarta, dan Fungsi lahan hijau yang menjadi pemukiman dan gedung.
2.Aspek sosialnya: kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
3.Aspek ekonomi: saat terjadi banjir di jakarta pasti akan Mengakibatkan kerusakan sarana dan prasarana dan aktivitas ekonomi masyarakat.
4.Aspek budaya: Perilaku yang tidak peduli lingkungan, akhirnya menjadi kebiasaan dan berpengaruh bagi masyarakat (ikut tidak peduli).
5 •Meningkatkan Infrastruktur pengendalian banjir
•Menanamkan lebih banyak ponon agar dapat mengerap air hujan.
•Melakukan edukasi kepada masyarakat tentang peduli (ingkungan.
This comment has been removed by the author.
DeleteNama : Gita Septia Sari
ReplyDeleteKelas : X.E1
1. Aspek fisik
• Curah hujan yang tinggi
• Alih fungsi lahan hijau menjadi pemukiman dan gedung, yang mengurangi daerah resapan air.
2. Aspek sosial
• kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan yang dapat menyebabkan penumpukan sampah dan penyumbatan saluran air.
• dampak banjir terhadap kehidupan masyarakat, seperti terganggunya aktivitas sehari-hari, kesehatan, dan keamanan.
3. Aspek ekonomi
• kerugian materi akibat banjir, seperti kerusakan properti infrastruktur, dan hilangnya mata pencaharian.
• biaya yang harus dikeluarkan untuk penanggulangan banjir dan rehabilitasi pasca-banjir.
4. Aspek budaya
• kebiasaan membuang sampah sembarangan yang masih sering terjadi di masyarakat.
• kurangnya budaya gotong royong atau kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan.
5. Solusi dari aspek politik/pemerintahan
• penegakan regulasi: pemerintah perlu memperketat penegakan peraturan terkait tata ruang dan alih fungsi lahan serta peraturan tentang pengelolaan sampah
• pembangunan infrastruktur: pemerintah perlu membangun dan memelihara infrastruktur pengendali banjir seperti sistem drainase yang baik, waduk, dan tanggul.
• edukasi dan sosialisasi: pemerintah harus gencar melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan bahaya membuang sampah sembarangan.
• program penghijauan: pemerintah perlu menggalakkan program penghijauan dan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk meningkatkan daerah resapan air.
• partisipasi masyarakat: mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program-program kebersihan lingkungan dan penanggulangan banjir.
nama : alfarenza restianova
ReplyDeletekelas : x.E-1
1.Curah hujan yang tinggi merupakan aspek fisik yang terlihat jelas, karena berhubungan langsung dengan kondisi alam dan iklim di wilayah tersebut.
2.Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan, menunjukkan aspek sosial yang mempengaruhi terjadinya banjir.
3.Banjir menyebabkan kerugian ekonomi, misalnya kerusakan rumah dan kendaraan, terganggunya aktivitas ekonomi seperti perdagangan dan transportasi.
4.Budaya masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan, seperti membiarkan alih fungsi lahan hijau tanpa pertimbangan lingkungan, mencerminkan pola pikir dan kebiasaan yang kurang berwawasan lingkungan.
5.Pemerintah dapat membuat kebijakan tegas terkait tata ruang dan pelestarian lahan hijau, memperketat izin pembangunan, serta meningkatkan edukasi dan sanksi terhadap pelanggaran lingkungan.
Nama : Silpiana
ReplyDeleteKelas : X.E1
1. Aspek fisik: curah hujan tinggi, banjir, berkurangnya lahan hijau, adanya gedung/pemukiman padat.
2. Aspek sosial: kurang kesadaran masyarakat menjaga kebersihan, perilaku buang sampah sembarangan, dampak ke kesehatan & aktivitas sehari-hari.
3. Aspek ekonomi: kerugian materi akibat rumah/gedung terendam, biaya perbaikan infrastruktur, aktivitas ekonomi terganggu, biaya kesehatan naik.
4. Aspek budaya: kebiasaan sebagian warga membuang sampah ke sungai/drainase, budaya gotong royong berkurang.
5. Aspek politik/pemerintahan: pemerintah perlu buat kebijakan tata ruang yang jelas, perbaikan drainase, normalisasi sungai, tegas soal pembuangan sampah, dan program penghijauan serta edukasi masyarakat.
Nama : Akram Sabiq
ReplyDeleteKelas : X E.1
1. Aspek fisik : Sering terjadi banjir dikarenakan curah hujan yang tinggi, berkurangnya lahan hijau karena dialih fungsi, dan pembangan gedung.
2. Aspek sosial : Menyebabkan aktivitas warga yang terganggung akibat peristiwa banjir.
3. Aspek ekonomi : Warga mengalami kerugian seperti bangunan, infrastruktur, dan juga menjadi kerugian bagi pemerintah untuk penanganan banjir tersebut.
4. Aspek budaya : Masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan sehingga membuat peristiwa banjir.
5. Solusi : Meningkatkan kesadaran masyarakat, mengelola anggaran secara transparan,dan menumbuhkan budaya hidup bersih serta gotong royong,
Nama: Alisa Deviyanti
ReplyDeleteKelas: X.E.1
1.Di Daerah perkotaan sering terjadi nya banjir setiap musim hujan, hal ini di sebabkan oleh curah hujan yang tinggi
2.Kurangnya kesadaran masyarakat. karena masyarakat tidak peduli dalam menjaga lingkungan
3.alih fungsi lahan hijau menjadi pemukinan dan gedung
4.tidak ada
5.pemerintah harus tegas menindak pelanggaran aturan tata ruang membangun dan merawat fasilitas pencegah banjir, serta menjaga masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Nama Aldila Bikrun Sakhi
ReplyDeleteKelas Xe1
1. curah hujan tinggi, dan minim nya pepohonan dikota yang menyebabkan banjir
2. masyarakat tidak sadar akan pentingnya buang sampah dengan baik, masih banyak masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempat seharusnya sehingga menyebabkan banjir
3. kerusakan bangunan jelas menimbulkan kerugian ekonomi, karena butuh biaya perbaikan, selain itu menyebabkan transportasi terhambat
4. melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan agar lingkungan bersih dari sampah
5. pemerintah harus membuat larangan membuang sampah sembarangan
Aditya Alamsyah
ReplyDeleteX e 1
1. Aspek fisik
Lingkungan fisik terlihat tergenang air.
Rumah-rumah, jalan, dan fasilitas umum rusak akibat banjir.
Kondisi kesehatan masyarakat menurun (penyakit kulit, diare, dll.).
2. Aspek sosial
Aktivitas masyarakat terganggu (sekolah libur, pekerjaan terhenti).
Hubungan sosial bisa menguat karena adanya solidaritas dan gotong royong, tetapi juga bisa muncul konflik saat bantuan tidak merata.
Banyak warga harus mengungsi sehingga interaksi sosial berpindah ke tempat penampungan.
3. Aspek ekonomi
Kerugian materi: rusaknya rumah, sawah, toko, ternak, dan barang dagangan.
Menurunnya pendapatan masyarakat karena tidak bisa bekerja.
Pemerintah harus mengeluarkan biaya besar untuk bantuan darurat dan perbaikan infrastruktur.
4. Aspek budaya
Nilai gotong royong, tolong-menolong, dan kepedulian sosial muncul kuat.
Tradisi atau kebiasaan lokal bisa berubah, misalnya upacara adat tertunda.
Ada kepercayaan tertentu bahwa bencana adalah teguran alam atau hal spiritual.
5. Solusi dari aspek politik/pemerintahan
Pemerintah membuat kebijakan pembangunan infrastruktur drainase, tanggul, dan waduk.
Penegakan aturan tata ruang agar tidak ada bangunan di daerah rawan banjir.
Memberikan bantuan cepat, adil, dan transparan kepada korban banjir.
Meningkatkan program mitigasi bencana dan sosialisasi kepada masyarakat.
Mengalokasikan anggaran khusus untuk penanggulangan bencana.
Mau saya buatkan juga versi singkat poin-poin agar mudah ditulis di lembar jawaban?
Alifah Putri Burairah
ReplyDeleteXe1
1.aspek fisik
-intensitas curah hujan tinggi di jakarta
-alih fungsi daerah resapan menjadi beton dan bangunan
-sistem drainase perkotaan yang kurang memadai
2.aspek sosial
-meningkatnya jumlah penduduk sehingga tekanan terhadap lahan makin besar
-perilaku masyarakat yang masih kurang peduli lingkungan
-munculnya masalah sosial saat banjir= pengungsian, kesehatan, dan akses pendidikan terganggu
3. aspek ekonomi
-biaya perbaikan infrastruktur pasca banjir yang besar
-kerugian usaha kecil maupun besar akibat banjir
-pengeluaran rumah tangga bertambah (perbaikan rumah, kendaraan, pengobatan)
4. aspek budaya
-kebiasaan masyarakat membangun rumah tanpa memperhatikan saluran air
-budaya konsumtif yang menghasilkan banyak sampah plastik
-kurangnya budaya sadar lingkungan seperti menanam pohon atau memilah sampah
5. solusi aspek politik/pemerintahan
-membuat kebijakan ketat tentang tata ruang kota dan pengendalian pembangunan
-mempercepat pembangunan sistem pengendalian banjir
-memberikan sanksi tegas bagi pelanggar aturan lingkungan
-mengalokasikan anggaran khusus untuk program pengendalian banjir dan penghijauan
-mendorong partisipasi warga melalui program gotong royong yang difasilitasi pemerintah
Nama: Alifa Febriana
ReplyDeleteKelas:XE.1
1.curah hujan tinggi dan perubahan fungsi lahan hijau menjadi pemukiman gedung
2.Perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan merupakan masalah sosial yang memperparah risiko banjir.
3.alih fungsi lahan hijau menjadi pemukiman dan gedung
4.Budaya masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan dan pengelolaan lingkungan dapat menjadi faktor penyebab terjadinya banjir.
5.Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatasi banjir melalui kebijakan yang mengatur tata ruang, penegakan hukum yang tegas, serta investasi dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pengendalian banjir.
Nama : Siti Nurjanah
ReplyDeleteKelas : X.E1
1. aspek fisik : curah hujan tinggi, alih fungsi lahan hijau menjadi pemukiman dan gedung, serta banjir yang terjadi setiap musim hujan.
2. aspek sosial : kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
3. aspek ekonomi : kerugian materi akibat banjir (misalnya kerusakan properti, terganggunya aktivitas ekonomi), serta potensi biaya yang timbul untuk penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur terkait.
4. aspek budaya : kebiasaan atau pola perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian fungsi lahan hijau.
5. solusi dari aspek politik/pemerintah : penegakan regulasi tata ruang untuk mencegah fungsi lahan hijau secara ilegal, peningkatan edukasi dan kampanye kesadaran lingkungan kepada masyarakat, pengembangan sistem drainase dan pengelolaan air yang lebih baik, pemberian sanksi tegas bagi pelanggar aturan kebersihan dan tata ruang, alokasi anggaran yang memadai untuk program penanganan banjir dan pelestarian lingkungan.
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete1).adalan curah hujan tinggi, berhubungan langsung dengan iklım
ReplyDelete2).adalah alih fungsı lahan hijan menjadi permukiman dan gedung. berkaitan dengan mobilitas penduduk
3).alih fungsi lahan bisa jadi didorong olen kegiatan ekonomi seperti pembangunan properti atau industri
4).adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
5).yaitu pembuatan dan penegakan kebijakan tata ruang kota yang ketat untuk mengendalikan fungsı lahan, Program edukasi dan kampanye kebersihan lingkungan secara masif, Serta menyediakan infrastruktur Pengelolaan sampah yang memadai dan sanksı bagi pelanggar kebersihan,
Nama : Sasa Nur Aeni
ReplyDeleteKelas : X.E1
1. aspek fisik : curah hujan tinggi, alih fungsi lahan hijau menjadi pemukiman dan gedung, serta banjir yang terjadi setiap musim hujan.
2. aspek sosial : kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
3. aspek ekonomi : kerugian materi akibat banjir (misalnya kerusakan properti, terganggunya aktivitas ekonomi), serta potensi biaya yang timbul untuk penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur terkait.
4. aspek budaya : kebiasaan atau pola perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian fungsi lahan hijau.
5. solusi dari aspek politik/pemerintah : penegakan regulasi tata ruang untuk mencegah fungsi lahan hijau secara ilegal, peningkatan edukasi dan kampanye kesadaran lingkungan kepada masyarakat, pengembangan sistem drainase dan pengelolaan air yang lebih baik, pemberian sanksi tegas bagi pelanggar aturan kebersihan dan tata ruang, alokasi anggaran yang memadai untuk program penanganan banjir dan pelestarian lingkungan.
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteNAMA: MAELINDA A.S
ReplyDeleteKELAS: X.E1
1. Curah hujan tinggi dan alih fungsi lahan hijau menjadi pemukiman dan gedung.
2. Alih fungsi lahan hijau menjadi pemukiman dan gedung, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
3. Aspek ekonomi yang dapat dianalisis dari pernyataan di atas adalah kerugian ekonomi akibat banjir, seperti kerusakan infrastruktur, penurunan pendapatan, dan peningkatan biaya hidup.
4. Aspek budaya yang muncul adalah kurangnya kesadaran lingkungan dan pola hidup tidak berkelanjutan.
5.Solusi:
a. Transparansi anggaran.
b. Kebijakan lingkungan efektif.
c. Koordinasi antarinstansi.
d. Partisipasi masyarakat.
e. Evaluasi kebijakan.
Nama : Niken Nirmalasari Sentika
ReplyDeleteKelas : X.e1
1.)Aspek fisik yang tampak:
-Curah hujan yang tinggi.
-Kondisi geografis Jakarta yang datar dan dekat dengan laut.
-Alih fungsi lahan hijau menjadi area pemukiman atau gedung sehingga daya serap air berkurang.
-Sistem drainase yang kurang baik.
2.) Aspek sosial yang terlihat:
-Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan (membuang sampah sembarangan).
-Dampak sosial seperti terganggunya aktivitas sehari-hari (sekolah, kerja, transportasi).
-Munculnya penyakit akibat banjir seperti diare atau leptospirosis.
3.) Aspek ekonomi yang bisa dianalisis:
-Kerugian materi akibat kerusakan rumah, kendaraan, dan fasilitas umum.
-Terhambatnya kegiatan ekonomi (pasar, perkantoran, transportasi).
-Biaya tambahan untuk perbaikan, evakuasi, dan bantuan sosial.
4.)Aspek budaya yang muncul:
-Budaya masyarakat yang masih kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan.
-Kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai.
-Kurangnya budaya gotong royong dalam menjaga dan membersihkan saluran air.
5.) Solusi dari aspek politik/pemerintahan:
-Pemerintah membuat dan menegakkan peraturan tegas tentang tata ruang kota dan larangan membangun di daerah resapan air.
-Meningkatkan program penghijauan dan normalisasi sungai.
-Menyediakan sistem drainase yang lebih baik.
-Melaksanakan edukasi dan kampanye lingkungan secara berkelanjutan.
-Mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam penanganan banjir.
Post a Comment
Terimakasih atas komentar dan masukan anda